nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Aliran Dana Ilegal Lintas Negara Capai 5% dari GDP Global

Taufik Fajar, Jurnalis · Selasa 21 Januari 2020 15:16 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 01 21 320 2156101 aliran-dana-ilegal-lintas-negara-capai-5-dari-gdp-global-OVkqX2bE8D.jpg Aliran Dana Ilegal (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mencatat Illicit Financial Flows (IFF) atau aliran dana ilegal lintas negara saat ini diperkirakan mencapai 2% sampai 5% terhadap Gross Domestic Product (GDP) global.

Baca Juga: Kepala PPATK Sebut Ada Potensi Pencucian Uang ke Luar Negeri

Kepala PPATK Kiagus Ahmad Badaruddin menyatakan aliran dana ilegal 2% sampai 5% itu merupakan salah satu dampak negatif dari adanya globalisasi serta kemajuan interkoneksi, sehingga membuat kejahatan ekonomi lintas negara semakin canggih dan terorganisir.

"Jadi, aliran dana illegal lintas negara yang berasal dari aktivitas kejahatan ekonomi antarnegara juga meningkat karena hadirnya virtual asset. Contohnya crypto currency yang sulit dilacak," ujar dia di Hotel Bidakara, Jakarta, Selasa (21/1/2020).

Baca Juga: Virtual Currency Perbesar Potensi Pencucian Uang hingga Pendanaan Terorisme

Menurut dia, berdasarkan laporan Global Financial Integrity (GFI) pada 2017 berjudul Transnational Crime and the Developing World diketahui bahwa pendapatan yang dihasilkan dari 11 kejahatan transnasional diperkirakan USD1,6 triliun sampai USD2,2 triliun per tahun.

"Hal itu tidak hanya masuk langsung ke kantong para pelaku. Namun digunakan kembali untuk membiayai kejahatan lainnya,” ungkap dia.

Dia menambahkan 11 kejahatan tersebut meliputi perdagangan gelap seperti senjata, narkoba, manusia, organ manusia, barang antik secara illegal, barang palsu.

"Kemudian satwa liar, penagkapan ikan illegal, penebangan liar, penambangan liar, dan pencurian minyak mentah. Dan kejahatan ini dapat merusak ekonomi lokal dan nasional," jelas dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini