Share

Presiden Jokowi Sebut Negara Dunia Berebut Arus Modal Masuk

Taufik Fajar, Jurnalis · Kamis 20 Februari 2020 17:32 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 20 320 2171619 presiden-jokowi-sebut-negara-dunia-berebut-arus-modal-masuk-P08RtN5HKr.jpg Presiden Jokowi (Foto: Setkab)

JAKARTA - Semua negara sekarang ini berebut arus modal masuk atau investasi agar ada capital inflow dari negara lain ke negaranya.

Baca Juga: Mimpi Presiden Jokowi Jika Investasi Rp708 Triliun Berhasil Masuk

Begitu juga Indonesia, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan bahwa Pemerintah ingin ada arus modal masuk karena secara teori dengan makin banyak yang masuk maka peredaran uang juga akan makin naik sehingga akan memberikan dampak pada peningkatan pertumbuhan ekonomi.

”Begitu juga dengan provinsi, begitu juga dengan kabupaten, begitu juga dengan kota, sama. Semakin banyak arus modal masuk akan semakin banyak perputaran uang di provinsi itu, akan banyak perputaran uang di kabupaten itu, akan semakin banyak perputaran di kota-kota yang kita miliki,” ujar Presiden Jokowi seperti dilansir setkab, Jakarta, Kamis (20/2/2020).

Baca Juga: Presiden Jokowi Sebut Ada Investasi Rp708 Triliun Berhenti di Depan Pintu

Dengan makin banyaknya perputaran uang karena arus modal atau investasi yang juga masuk, menurut Presiden, pertumbuhan ekonomi akan meningkat, sehingga semua negara sekarang berebutan agar arus modal masuk ke negara-negara masing-masing.

”Di negara kita sekarang ini PDB ekonomi kita APBN itu hanya mempengaruhi 16%. Kecil sekali APBN ini mempengaruhi PDB ekonomi, mempengaruhi pertumbuhan ekonomi, hanya 16%. Kalau ditambah APBD, APBD plus APBN itu hanya berpengaruh 23% terhadap ekonomi kita,” tutur Presiden.

Artinya, sambung Presiden, 77% itu yang menggerakkan adalah dunia usaha dan swasta. ”Betapa peran penting dunia usaha dan swasta ini dalam membuka lapangan kerja. Terhadap pengaruhnya juga juga terhadap PDB ekonomi kita,” tambahnya.

Kalau menurut GDP, lanjut Presiden, nominal Indonesia sudah di ranking ke-15 dari seluruh negara di dunia. ”Oleh sebab itu kita masuk di dalam negara-negara G20. Kalau dihitung dari GDP ini, PPP-Purchasing Power Parity, kita sudah berada di ranking 7 dunia,” ujarnya.

Untuk itu, Presiden menyampaikan bahwa banyak yang sudah mengkalkulasi bahwa Indonesia nanti akan menjadi 4 besar negara terkuat ekonominya di tahun 2045, baik dari Bank Dunia, IMF, McKinsey maupun Bappenas.

”Kalau kita bisa mempertahankan ekonomi kita seperti sekarang ini terus-menerus, apalagi kita bisa menaikkan pertumbuhan ekonomi di angka 6% atau di angka 7%, itu akan mempercepat. Tidak nunggu di 2045, tetapi mungkin bisa di 2040,” urai Presiden.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini