JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada jeda sesi I perdagangan anjlok setelah pemerintah mengumumkan 2 kasus korona pertama di Indonesia. IHSG turun 55,39 poin atau 1,016% ke 5.397,31.
Pada jeda sesi I perdagangan, Jakarta, Senin (2/3/2020), terdapat 125 saham menguat, 228 saham melemah, dan 130 saham stagnan. Transaksi perdagangan mencapai Rp3 triliun dari 2,7 miliar lembar saham yang diperdagangkan.
Baca Juga: IHSG Dibuka Lesu, Melemah 38 Poin ke 5.431
Indeks LQ45 turun 24,09 poin atau 2,7% menjadi 868,67, indeks Jakarta Islamic Index (JII) turun 12,83 poin atau 2,2% ke 566,89, indeks IDX30 turun 12,86 poin atau 2,6% ke 474,94, dan indeks MNC36 turun 7,97 poin atau 2,6% ke level 302,80.
Baca Juga: Awal Maret, IHSG Diprediksi Masih Melemah pada Level 5.200-5.530
Sementara itu, saham-saham yang masuk top gainers yaitu PT Pelat Timah Nusantara Tbk (NIKL) naik Rp78 atau 23,93% ke Rp404, saham PT Pelayaran Tamarin Samudra Tbk (TAMU) naik Rp22 atau 23,16% ke Rp117, dan saham PT Indofarma Tbk (INAF) naik Rp102 atau 22,77% ke Rp550.
Adapun saham-saham yang masuk top losers antara lain, saham PT Indonesian Tobacco Tbk (ITIC) turun Rp210 atau 11,73% ke Rp1.580, saham PT PP (Persero) Tbk (PTPP) turun Rp70 atau 5,81% ke Rp1.135, dan saham PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) turun Rp70 atau 5,36% ke Rp1.235.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menegaskan bahwa pemerintah sangat serius menangani dua warga negara Indonesia (WNI) yang positif terjangkit virus korona atau Covid-19. Pasalnya, kata dia, penyakit ini sangat berbahaya dan perlu diwaspadai.
"Tapi perlu saya sampaikan bahwa sejak awal pemerintah benar-benar mempersiapkan. Persiapan rumah sakit lebih dari 100 dengan ruang isolasi dengan standar isolasi yang baik," kata Jokowi ketika memberikan keterangan pers di Istana Negara.
(Widi Agustian)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.