NEW YORK - Harga emas naik hampir 1% pada perdagangan Senin, setelah menderita penurunan terbesar dalam hampir tujuh tahun terakhir. Hal ini karena adanya harapan bahwa Federal Reserve AS dan bank sentral lainnya akan memotong suku bunga acuan untuk membantu meningkatkan ekonomi global di tengah virus korona.
Spot gold naik 0,4% pada USD1,591.84 per ounce pada. Emas berjangka AS naik 1,8% menjadi USD1,594,80.
Baca Juga: Naik Rp4.000, Emas Antam Dibanderol Rp810.000/Gram
Pada Jumat lalu, pasar logam mulia dialihkan oleh investor yang melikuidasi posisi mereka di tengah aksi jual akibat virus korona di pasar global. Harga emas pun anjlok hingga 4,5%.
"Kami melihat sedikit pemulihan dari akhir pekan lalu, (ketika) ada banyak penjualan untuk menghasilkan likuiditas dan menutupi margin. Ada banyak harapan pada penurunan suku bunga dari The Fed, dan juga pemotongan dari bank sentral global lainnya," kata Ahli Strategi Komoditas TD Securities Ryan McKay, dilansir dari Reuters, Selasa (3/3/2020).
Baca Juga: Harga Emas Turun Ceban, Dibanderol Rp806.000/Gram
Platinum turun 0,6% menjadi USD858,42, sementara perak naik 0,3% menjadi USD16,72, setelah keduanya jatuh ke level terendah dalam sekitar enam bulan di sesi sebelumnya.
Platinum berada di jalur untuk mengakhiri lebih rendah untuk sesi kedelapan berturut-turut.
"Pertumbuhan penjualan mobil adalah pendorong penting untuk harga platinum, khususnya penjualan di Eropa," kata Analis Komoditas UBS Giovanni Staunovo.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.