JAKARTA - Goldman Sachs menilai emas paling 'kebal' terhadap virus korona. Emas menjadi investasi paling aman di tengah meluasnya virus ke beberap negara selain China. .
"Sementara itu emas menjadi salah satu aset yang paling emas, yang tidak seperti orang dan ekonomi kita, kebal terhadap virus," kata Kepala Penelitian Komoditas Global Goldman Sachs Jeff Currie melansir dari CNBC, Jakarta, Selasa (3/3/2020).
Baca Juga: Naik Lagi Rp5.000, Harga Emas Antam Jadi Rp815.000/Gram
Emad dianggap sebagai aset safe haven karena bisa mempertahankan nilainya, di tengah gelombang luas investor yang menjual serta mengurangi ekposur terhadap emas. Pada perdagangan Senin, emas menguat hingga 2%.
Baca Juga: Harga Emas Naik 1% Dibanderol USD1.591/Ounce
Jeff Curie menjelaskan emas menjadi mata uang pilihan terakhir dan menghindari kekhawatiran bahwa mata uang kertas bisa jadi media transfer bagi virus.
"Akibatnya emas menjadi aset safe haven lainnya seperti Yen Jepang atau Franc Swiss, tren ini kita lihat terus berlanjut selama ketidakpastian Covid-19," tambah Jeff.
Tahun ini emas telah naik 5%, jauh melampaui penurunan S&P 500 yang lebih dari 8%.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.