Share

Dampak Covid-19, Kredit Perbankan 2020 Diprediksi Hanya Tumbuh 6%

Taufik Fajar, Jurnalis · Kamis 19 Maret 2020 16:11 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 19 320 2185935 dampak-covid-19-kredit-perbankan-2020-diprediksi-hanya-tumbuh-6-eVEX2KbrW9.jpg Virus Corona (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) menyatakan stabilitas sistem keuangan tetap terjaga, meskipun fungsi intermediasi perbankan terus menjadi perhatian di tengah penyebaran virus corona atau Covid-19.

Stabilitas sistem keuangan terjaga tercermin dari rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) perbankan Januari 2020 yang tinggi yakni 22,74%, dan rasio kredit bermasalah (Non Performing Loan/NPL) yang tetap rendah yakni 2,77% (gross) atau 1,08% (net).

"Sementara itu, pertumbuhan kredit masih perlu mendapat perhatian, tercermin dari angka pertumbuhan kredit pada Januari 2020 sebesar 6,10% (yoy), sedikit meningkat dari 6,08% (yoy) pada Desember 2019," kata Gubernur BI Perry Warjiyo saat telekonferensi, Jakarta, Kamis (19/3/2020).

Sementara, pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) mulai meningkat dari sebesar 6,54% (yoy) pada Desember 2019 menjadi 6,80% (yoy) pada Januari 2020. Ke depan, fungsi intermediasi akan terus didorong sehingga dapat menopang pertumbuhan ekonomi.

Kredit pada 2020 diperkirakan tumbuh dalam kisaran 6-8%, menurun dibandingkan dengan proyeksi sebelumnya pada kisaran 9%-11% sejalan dengan revisi proyeksi pertumbuhan ekonomi 2020.

Pertumbuhan kredit 2021 diperkirakan kembali meningkat pada kisaran 9%-11% didorong oleh kenaikan pertumbuhan ekonomi. Sejalan dengan itu, DPK pada 2020 dan 2021 diperkirakan tumbuh masing-masing dalam kisaran 6%-8% dan 8%-10%.

"Bank Indonesia tetap menempuh kebijakan makroprudensial yang akomodatif dan memperkuat koordinasi dengan otoritas terkait sehingga dapat tetap menjaga stabilitas sistem keuangan dan mendorong fungsi intermediasi perbankan," katanya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini