5 Perusahaan IPO di Pekan Pertama April 2020

Giri Hartomo, Jurnalis · Senin 13 April 2020 09:10 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 12 278 2197871 5-perusahaan-ipo-di-pekan-pertama-april-2020-bRyQk3BNFQ.jpg IPO (Foto: Ilustrasi Shutterstock)

JAKARTA - Selama pekan pertama April 2020 ada lima perusahaan yang mencatatkan sahamnya (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan 1 (satu) pencatatan Obligasi.

Pada 8 April 2020, terdapat dua perusahaan yang mulai memperdagangkan saham dan warannya di BEI, yaitu PT Karya Bersama Anugerah Tbk (KBAG) mencatatkan saham dan warannya di BEI dan merupakan Perusahaan Tercatat ke-20 yang tercatat di BEI pada tahun 2020. KBAG bergerak pada sektor Property, Real Estate and Building Construction dengan subsektor Property and Real Estate.

Pada hari yang sama pula, PT Sejahtera Bintang Abadi Textile Tbk. (SBAT). SBAT merupakan perusahaan tercatat ke-21 yang tercatat di BEI pada tahun 2020. SBAT bergerak pada sektor Miscellaneous Industry dengan subsektor Textile, Garment.

Menutup pekan ke-2 April, BEI kedatangan 3 (tiga) Perusahaan Tercatat, berikuta adalah fakta yang dirangkum Okezone:

Baca Juga: Pemilik Texas Chicken IPO, Kantongi Rp36 Miliar dari Penjualan Saham

1. Saham RONY

PT Aesler Grup Internasional Tbk (RONY) merupakan salah satu perusahaan yang resmi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada hari ini.

Tercatatnya saham Aesler ini merupakan langkah terakhir dari proses pelaksanaan Penawaran Umum Perdana Saham yang sudah dipersiapkan Aesler dalam beberapa bulan terakhir.

Melalui penawaran umum tersebut, Aesler menawarkan saham baru kepada publik sebanyak 250 juta lembar saham atau setara dengan 20% jumlah modal ditempatkan dan disetor. Saham tersebut dikategorikan sebagai efek Syariah oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Baca Juga: 3 Saham Baru Listing, Kompak Menguat di Tengah Merahnya IHSG

Dengan IPO ini, perseroan menghimpun dana sebesar Rp25 miliar, yang mana sekitar 55% akan digunakan untuk pembelian alat seperti komputer untuk real-time rendering dan mesin fit-out, sedangkan 45% sisanya akan digunakan untuk modal kerja Perseroan.

Aesler merupakan perusahaan arsitektur pertama yang mencatatkan sahamnya di bursa efek. Perseroan melihat bahwa terdapat potensi besar pada permintaan high rise building di Indonesia, didukung dengan tingkat kepadatan penduduk yang tinggi di Indonesia dan ketersediaan lahan di kota-kota besar.

Perseroan didirikan pada tahun 2017 sebagai perusahaan yang bergerak pada bidang arsitektur. Dalam menjalankan kegiatan usahanya, Aesler menyediakan beberapa jasa seperti Architecture Design, Master Planing, Urban Planning, Commerial Planning, Hospital Planning, Interior Design, Construction Management hingga Interior Contractor.

2. Saham CBMF

PT Cahaya Bintang Medan Tbk (CBMF) resmi mencatatkan sahamnya di lantai bursa. Cahaya Bintang merupakan perusahaan yang bergerak di bidang industri mebel dan furniture.

Dalam rangka Penawaran Umum Perdana Saham atau Initial Public Offering (IPO), emiten ini melepas 375 juta saham. Besaran saham setara dengan 20% dari modal disetor dan ditempatkan Perseroan, dengan harga Rp160 per saham.

Perseroan yang berdomisili di Sumatera Utara ini akan menerima dana segar sebesar Rp60 miliar di mana 52% dana tersebut akan digunakan untuk pembelian mesin produksi

Perseroan menunjuk PT Indocapital Sekuritas dan PT Semesta Indovest Sekuritas selaku Join Lead Underwriter.

Perseroan didirikan pada tahun 2012 dan berhasil memproduksi dan menguasai pasar di seluruh Sumatera. Pemegang saham pengendali Perseroan adalah PT Richiwa Sakti Indonesia sebesar 84,67% dan sisanya sebesar 15,33% dipegang oleh PT Sinar Makmur Rezeki.

3. Saham CSMI

Perseroan melepas sejumlah 184 juta saham atau 22,55% dari modal disetor dan ditempatkan Perseroan, dengan harga Rp196 per saham. Dengan demikian, perseroan akan menerima dana sekira Rp36 miliar dari IPO ini.

Menggaet PT Sucor Sekuritas sebagai lead underwriter, perseroan telah melaksanakan penawaran umum perdana saham pada tanggal 2–3 April 2020.

Perseroan merupakan salah satu pemegang hak waralaba Texas Chicken di Indonesia yang akan mendukung pertumbuhan brand internasional ini di Indonesia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini