JAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan), meminta kontribusi dan peran dari para petani milenial maupun pelaku usaha yang berkecimpung dalam start up pertanian untuk ikut membantu memecahkan masalah disparitas harga pangan.
Hal itu disampaikan oleh Sekretaris Jenderal Kementan Momon Rusmono pada telekonfrensi hari ini. Menurutnya, persoalan disparitas kerap terjadi dan mengganggu stabilitas supply dan demand suatu komoditas pangan.
Baca juga BKPM : Investasi di Luar Jawa Meningkat 19,3 Persen
"Saat ini banyak terjadi kasus tingginya disparitas harga antara di hulu dan hilir. Dengan kata lain, produksi bisa dicapai dalam volume besar namun harga di pasar tetap tinggi," ujar dia, Rabu (22/4/2020).
