Terdampak Covid-19, Bappenas Lihat Peluang Jakarta Jadi Pusat Kesehatan Terbaik di ASEAN

Taufik Fajar, Jurnalis · Kamis 23 April 2020 19:53 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 23 320 2203914 terdampak-covid-19-bappenas-lihat-peluang-jakarta-jadi-pusat-kesehatan-terbaik-di-asean-DmEGjP2Usc.jpg Bappenas Rekomendasi untuk Pembangunan Jakarta. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan Provinsi (Musrenbangprov) DKI Jakarta dalam rangka Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2021 yang diselenggarakan secara daring.

Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa mendorong Provinsi DKI Jakarta untuk meningkatkan kinerja sektor kesehatan sembari memulihkan kondisi sosial ekonomi akibat pandemi Covid-19 

“Pandemi ini mengajarkan kita untuk menghitung kembali rasio yang perlu di-review setiap daerah dalam rangka memberikan pelayanan kesehatan dan perlindungan sosial yang terbaik bagi masyarakat,” ujar Suharso, dalam keterangan tertulisnya, Kamis (23/4/2020).

Baca Juga: RI Jadi Tuan Rumah Partnering for Green Growth and the Global Goals pada 2022

Suharso sangat mengapresiasi pengabdian tenaga dan fasilitas medis di DKI Jakarta. Jumlah ahli paru-paru, internis, dokter gigi, ahli farmasi tercatat mencukupi kebutuhan DKI Jakarta. Puskesmas di Jakarta pun termasuk salah satu yang terbaik di Indonesia. Ditambah lagi, jumlah tempat tidur layak yang disediakan rumah sakit, paling banyak berada di DKI Jakarta.

Meski demikian, upaya penanangan Covid-19 harus terus ditingkatkan, terlebih DKI Jakarta merupakan salah satu wilayah dengan jumlah positif Covid-19 yang tinggi. Per 21 April 2019, dari total 7.135 kasus di Indonesia, 3.260 kasus berasal dari DKI Jakarta.

Dalam menghadapi virus Corona, pelayanan kesehatan di DKI Jakarta juga dapat ditingkatkan, terutama mengatasi ketiadaan rumah sakit rujukan Covid-19. Menteri Suharso mengatakan, saat ini terdapat 14 rumah sakit nasional yang menjadi rujukan, di antaranya 10 rumah sakit milik pemerintah pusat dan sisanya merupakan milik pemerintah daerah provinsi Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Papua, dan Jawa Timur.

“Supaya Jakarta menjadi pusat pelayanan kesehatan terbaik di Asean. Itu peluangnya besar sekali. Apalagi didukung dengan pusat-pusat farmakolog dan laboratorium yang juga terpusat di DKI Jakarta, pemerintahan DKI sendiri juga punya,” ujarnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini