Minimnya dana masuk pada pasar surat utang berimbas pada lelang obligasi negara yang dilakukan Pemerintah baru-baru ini. Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, mengatakan, antara 18 Februari hingga akhir Maret 2020, tingkat imbal hasil atau yield obligasi negara dengan tenor 10 tahun melonjak sebesar 130 bps.
Baca juga: Perlindungan Investor Reksa Dana
Tekanan jual itu memicu kenaikan yield atau imbal hasil yang pada akhirnya menekan harga obligasi. Harga obligasi di pasar, baik SUN maupun korporasi, mengalami tekanan akibat turunnya minat investor yang dipicu kenaikan risiko investasi. Turunnya minat investor terlihat pada turunnya penawaran investor (incoming bid) yang signifikan saat lelang SBN belum lama ini.
Seri surat utang pelat merah yang menjadi acuan (benchmark), yakni Seri FR0082 bertenor 10 tahun. Menurut data Refinitiv, seri ini mengalami koreksi harga yang cukup dalam, terlihat dari kenaikan yield sebesar 30,7 basis poin (bps) menjadi 8,276% per 6 April 2020, dibandingkan posisi pada akhir Maret.