Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

3 Penumpang Positif Corona, Protokol Kesehatan Tak Berjalan atau Kebobolan?

Giri Hartomo , Jurnalis-Selasa, 05 Mei 2020 |19:48 WIB
3 Penumpang Positif Corona, Protokol Kesehatan Tak Berjalan atau Kebobolan?
KRL (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Baru-baru ini masyarakat khususnya pengguna transportasi umum digemparkan oleh sebuah kabar tiga penumpang transportasi berbasis kereta yang positif Corona. Penumpang tersebut menaiki kereta rel listrik dengan rute Jakarta-Bogor.

Juru Bicara Kementerian Perhubungan Adita Irawati mengatakan, semua ketentuan ini telah dilaksanakan dengan baik oleh PT KCI sebagai operator KRL. Mengenai penumpang yang terkena Corona, menurutnya kapan dan dimanapun semua orang bisa terinfeksi virus Corona.

 Baca juga: 3 Penumpang Positif Corona, Kemenhub Tak Hentikan Operasional KRL

"Seluruh upaya tersebut dilakukan agar tidak terjadi penularan dari orang-orang yang mungkin carier Covid-19 tanpa gejala. Perlu dipahami bahwa penularan Covid-19 bisa terjadi dimana saja, tidak hanya di di KRL," ujarnya mengutip keterangan tertulis, Selasa (5/5/2020).

Menurut Adita, Kementerian Perhubungan terus memastikan pelaksanaan protokol kesehatan di berbagai moda transportasi termasuk di KRL. Apalagi rute KRL yang melewati Jabodetabek sudah ditetapkan sebagai Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Terkait hal ini, Kementerian Perhubungan telah mengeluarkan Permenub 18/2020 yang telah mengatur operasional moda transportasi di masa pandemi, khususnya pula di daerah yang telah menjalankan PSBB. Aturan ini merujuk pada Peraturan Pemerintah No. 21/2020 tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar dalam Rangka Percepatan Penanganan Covid-19 dan Peraturan Menteri Kesehatan no 9 /2020 tentang Pedoman Pembatasan Sosial Berskala Besar.

 Baca juga: Alasan KRL Jabodetabek Tetap Beroperasi di Tengah Covid-19

Dalam Permenhub No. 18/2020 menyamapiakan bahwa seluruh penumpang wajib menggunakan masker. Kementerian Perhubungan juga meminta , petugas untuk selalu mengecek suhu tubuh penumpang.

"Pada 10 stasiun juga telah dipasang thermal scanner yang mampu mendeteksi suhu tubuh ratusan pengguna dalam waktu bersamaan," kata Adita.

Kementerian Perhubungan juga meminta kepada operator untuk menyediakan westafel tambahan yang dipasang pada lokasi-lokasi yang sering dilalui pengguna KRL. Tujuannya agar dapat digunakan mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir sebelum maupun sesudah naik KRL di 40 stasiun.

"Selain di stasiun, di dalam gerbong KRL pun disediakan hand sanitizer," kata Adita.

(Fakhri Rezy)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement