nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kebijakan Atasi Covid-19 Disebut Tak Konsisten, Menko Luhut: Kita Belum Ada Pengalaman

Wilda Fajriah, Jurnalis · Jum'at 22 Mei 2020 07:39 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 05 22 320 2217772 kebijakan-atasi-covid-19-disebut-tak-konsisten-menko-luhut-kita-belum-ada-pengalaman-OhPSQnir8B.jpg Menko Luhut (Foto: Setkab)

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut B Pandjaitan menyatakan bahwa, setiap kebijakan yang diputuskan oleh pemerintah dalam hal penanganan dan pengendalian pandemi Covid-19, adalah semata-mata demi keamanan dan keselamatan serta kesejahteraan seluruh masyarakat Indonesia, dan menurutnya, setiap kebijakan itu telah melalui kajian yang cermat dan mendalam, dengan tetap berhati-hati dan melihat perkembangan dinamika yang terjadi.

“Pemerintah bukannya tidak konsisten dan berubah-ubah, tetapi dinamika Covid-19 harus disesuaikan, karena kita belum ada pengalaman dan perlu kehatian-hatian dalam mengambil keputusan. Berdamai dengan covid esensinya benar karena menurut WHO, Covid-19 ini tidak akan habis sebelum ada vaksinnya. Berdamai itu maksudnya adalah, tetap patuh terhadap protokol kesehatan, pola hidup masyarakat pun harus banyak berubah, harus berpola hidup lebih bersih dan lebih sehat. Saya mohon ini benar-benar disosialisasikan, terutama kepada para mahasiswa untuk disampaikan kepada masyarakat,” ujar Menko Luhut dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Jumat (22/5/2020).

Menko Luhut pun kembali mengingatkan, walaupun grafik Covid-19 sudah menunjukkan penurunan di beberapa negara, namun terdapat beberapa titik baru yang bermunculan dan riset juga menunjukkan adanya gelombang kedua.

“Oleh karena itu, Indonesia juga perlu waspada dengan gelombang kedua dan masyarakat tetap displin dalam melaksanakan PSBB dan protokol kesehatan yang ada, kita wajib memberikan pemahaman kepada masyarakat, ini penting sekali,” ujarnya.

Menko Luhut juga mengajak para rektor dari berbagai universitas untuk menyosialisasikan program pemerintah dalam menghadapi Covid-19, dan juga untuk fokus pada berbagai strategi guna pemulihan perekonomian masyarakat yang paling berat terdampak pandemi.

“Fokus Pemerintah dalam penanganan Covid-19 terbagi menjadi dua yaitu segi kuratif seperti pembangunan rumah sakit darurat, alokasi dana pemerintah pusat dan daerah, dan alat pelindung diri. Kemudian, dari segi preventif dan promotif dapat dilakukan melalui upaya seperti diseminasi informasi terkait promosi kesehatan melalui media sosial dan media massa, alokasi anggaran promosi kesehatan, pengawasan aktif, dan upaya kesehatan masyarakat,” tambahnya.

Menko Luhut kemudian menjelaskan, bahwa Presiden Joko Widodo akan meluncurkan produk kontribusi konsorsium riset dan inovasi Covid-19 seperti APD dan alat kesehatan lainnya dari universitas-universitas yang ada di Indonesia.

“Presiden telah memerintahkan untuk menggunakan produk dalam negeri sebanyak mungkin dan kita dorong ilmunya dari para mahasiswa Indonesia yang tersebar di berbagai universitas di Indonesia. Saat ini kita harus siap untuk kehidupan baru atau new normal dengan membiasakan diri menggunakan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak guna mengurangi penyebaran virus ini,“ kata Menko Luhut.

(dni)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini