Share

PNBP Ekspor Benih Lobster Dinilai Kecil, Setiap 60.000 Benih Dipatok Rp15.000

Taufik Fajar, Jurnalis · Rabu 08 Juli 2020 12:08 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 08 320 2242997 pnbp-ekspor-benih-lobster-dinilai-kecil-setiap-60-000-benih-dipatok-rp15-000-aifMjD52rI.jpg Benih Lobster (Instagram)

JAKARTA - Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (KIARA) menyebut, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari ekspor benih lobster sangat kecil sekali. Tercatat negara hanya memperoleh sebesar Rp15.000 dari 60.000 ekor benih lobster yang diekspor.

"Jadi berdasarkan data Bea dan Cukai, PNBP yang diperoleh negara hanya sebesar Rp15.000 dari 60.000 ekor benih lobster yang diekspor," ujar Deputi pengelolaan Pengetahuan KIARA Parid Ridwanuddin dalam acara IDX Channel di Jakarta, Rabu (8/7/2020).

 Baca juga: Peluang Ekspor, Menteri Edhy Cari Solusi Naikan Harga Ikan

Kemudian, lanjut dia, angka itu sangat kecil sekali. Apabila negara hanya mendapatkan Rp15.000 per 60.000 ekor, maka berapa yang didapatkan oleh nelayan.

"Fakta ini menunjukkan perusahaan ekspor lobster menang banyak," ungkap dia

Pihaknya meminta Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo untuk membatalkan Permen KP No. 12 tahun 2020. Hal ini dikarenakan dampak buruknya bagi nelayan, keberlanjutan ekosistem perairan.

 Baca juga: Indonesia Bisa Mengeruk Untung dari TSS Selat Sunda dan Lombok

"Dan perekonomian negara sangat besar," tandas dia.

Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo menyampaikan, bahwa keputusannya untuk membuka keran ekspor benih lobster sudah dikaji secara mendalam. Kajian ini dilakukannya dengan mengundang sejumlah ahli. Termasuk seorang peneliti dari Australia.

Seperti diketahui, kebijakan untuk melegalkan ekspor benih lobster tercantum dalam Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 12 Tahun 2020. Selain tentang ekspor benih lobster, aturan itu juga mendorong adanya budidaya lobster.

 Baca juga: Tak Ada Kriminalisasi, Menteri Edhy ke Nelayan Pelabuhan Ratu: Jaga Laut Kita

Peraturan itu juga berisi tentang pengelolaan lobster, kepiting dan rajungan. Aturan tersebut merevisi kebijakan larangan ekspor benih lobster, yang tercantum dalam Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 56 Tahun 2016.

Menurut Edhy, kekhawatiran yang ditunjukan oleh beberapa pihak, soal keputusannya yang dapat berakibat buruk bagi keberlangsungan populasi lobster di laut Indonesia tidak akan terjadi.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini