Cerita Menko Airlangga soal Covid-19: Ekonomi Sempat Berhenti hingga Digitalisasi Bisnis

Rina Anggraeni, Jurnalis · Rabu 15 Juli 2020 10:34 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 15 20 2246592 cerita-menko-airlangga-soal-covid-19-ekonomi-sempat-berhenti-hingga-digitalisasi-bisnis-QnaC0iYcRo.jpg Menko Perekonomian Airlangga (Foto: Dok Kemenko Perekonomian)

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan komitmen Pemerintah dalam pemulihan kembali ekonomi nasional, yang terdampak akibat pandemi Covid-19. Pemerintah terus mengharmonisasi kebijakan fiskal dan moneter untuk menciptakan permintaan dan mendukung kelanjutan bisnis.

“Pandemi ini menimbulkan momentum untuk reformasi struktural dan ekonomi, peningkatan keahlian, mengubah metode bisnis dari offline ke online, serta menguatkan digitalisasi untuk aktivitas ekonomi dan sosial,” tutur Airlangga di Jakarta, Kamis (15/7/2020).

Baca Juga: Lockdown buat Ekonomi Singapura Masuk Jurang Resesi 

Airlangga meyakini bahwa digitalisasi dari berbagai proses bisnis yang digabungkan dengan industrialisasi pada beberapa sektor merupakan prasyarat untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat, inklusif, seimbang, dan berkelanjutan.

Dalam laporan Bank Dunia bertajuk Global Economic Report Juni 2020, diketahui bahwa penyebaran Covid-19 yang berkelanjutan dan tak dapat dicegah telah menimbulkan pengaruh ekonomi pada semua level, global, regional dan nasional.

“Dalam beberapa bulan terakhir, kami terpaksa menghentikan semua aktivitas ekonomi yang mau tidak mau menyebabkan defisiensi yang belum pernah terjadi sebelumnya,” ungkapnya.

Baca Juga: Tak Ada Ampun, Garuda Bakal Pecat Pilot yang Pakai Narkoba 

Kata dia, untuk Indonesia sendiri, dikarenakan negara ini juga termasuk pemain dalam ekonomi global, maka juga terpengaruh dengan situasi menantang saat ini. Pertumbuhan ekonomi diproyeksikan menurun cukup signifikan dari 5% di 2019 menjadi 0% pada akhir tahun ini.

“Tetapi, dengan kebijakan yang tepat, kami diproyeksikan akan tumbuh 4,8% tahun depan dan 6% di tahun selanjutnya,” katanya.

(dni)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini