JAKARTA - Setelah kabar atas pembuatan vaksin virus corona yang dibuat oleh Sinovac Biotech, perusahaan asal China, hal ini menjadi sebuah angin segar bagi sektor bidang farmasi.
Indonesia akan menjadi salah satu lokasi untuk melakukan uji coba tahap III vaksin virus corona tersebut. Pasalnya, Sinovac Biotech telah melakukan kerja sama dengan Biofarma, yang mana merupakan holding BUMN Farmasi dan juga terdapat PT Kimia Farma Tbk (KAEF) dan PT Indofarma Tbk (INAF).
Baca Juga: Ditopang Saham Farmasi, IHSG Naik Nyaris 1% ke 5.154 Jeda Siang Ini
Hal positif tersebut tentunya menjadi sebuah dongkrak bagi saham-saham BUMN Farmasi. Berikut ini fakta-fakta mengenai vaksin virus corona yang membuat saham farmasi meningkat, hal ini berdasarkan pantauan Okezone, Jakarta, Minggu (26/7/2020).
1. Saham Kimia Farma dan Indofarma Meroket 24%
Pada penutupan perdagangan sesi I, Rabu 22 Juli 2020, saham PT PT Kimia Farma Tbk (KAEF) naik Rp425 atau 24,8% ke Rp2.140 serta PT Indofarma Tbk (INAF) naik Rp375 atau 24,9% ke Rp1.880.
2. Kenaikan Saham Farmasi
Head of Research MNC Edwin Sebayang mengungkapkan bahwa kenaikan saham farmasi lebih disebabkan karena adanya momentum,
“Hanya karena vaksin dan Indonesia kan sebagai pangsa pasar yang besar sehingga dengan adanya uji coba tersebut dan memang market kita besar sehingga nanti bisa mendorong kenaikan kinerja dari emiten tersebut,” katanya kepada Okezone.
Baca Juga: Saham Farmasi Bawa Hoki karena Naik Gila-gilaan, Saatnya Buy?
3. Pergerakan Saham Kimia Farma
Pada perdagangan Jumat 24 Juli, harga saham Kimia Farma ditutup naik Rp70 atau 2,62% ke level Rp2.740 per saham. Harga saham Kimia Farma menyentuh level tertinggi Rp3.330 per saham.
4. Pergerakan Saham Indofarma
Pada perdagangan Jumat 24 Juli, harga saham Indofarma ditutup naik Rp260 atau 11,06% ke level Rp2.610 per saham. Harga saham Indofarma menyentuh level tertinggi Rp2.930 per saham.