Saham Farmasi Bawa Hoki karena Naik Gila-gilaan, Saatnya Buy?

Giri Hartomo, Jurnalis · Rabu 22 Juli 2020 11:55 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 22 278 2250229 saham-farmasi-bawa-hoki-karena-naik-gila-gilaan-saatnya-buy-xrm0pIEFHP.jpg Saham Farmasi Mengalami Tren Kenaikan. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Saham-saham farmasi seperti PT Indofarma Tbk (INAF) dan PT Kimia Farma Tbk (KAEF) menjadi alternatif pilihan bagi investor pasar modal. Apalagi saham-saham ini mendadak mengalami kenaikan setelah pengumuman uji klinis vaksin corona.

Analis pasar modal dari MNC Sekuritas Edwin Sebayang mengatakan, bagi investor yang hendak membeli saham farmasi disarankan short term atau harian. Karena saham-saham farmasi mengalami kenaikan cukup tinggi dan bisa menjadi keuntungan.

Baca Juga: Saham Farmasi Mendadak Cuan, Vaksin Made in China Bawa Hoki

“Trading bisa melakukan buying tapi short term atau day trade karena kan naiknya gila-gilaan. 20% 24% auto reject,” ujarnya saat dihubungi Okezone, Rabu (22/7/2020).

Alasan mengapa transaksi dikakukan secara harian, karena euforia saham ini diprediksi hanya hingga pekan depan. Mengingat valuasinya sudah terlalu cepat dan sudah sangat tinggi.

Baca Juga: Vaksin dari China Datang ke Indonesia, Saham Indofarma dan Sektor Farmasi Langsung Cuan!

“Menurut saya sih mungkin saat ini sebetulnya udah naik terlalu cepat sehingga kalau kita lihat secara valuasi sudah mahal sebetulnya. Tapi dengan adanya rencana pendistribusian tahun depan menurut saya sih mungkin paling seminggu lagi paling sudah selesai naik begitu tajam dan kita belum tahu bagaimana tingkat keberhasilan dari vaksin tersebut,” jelasnya.

Ditambah lagi, vaksin ini baru di tahap ujicoba dan belum diketahui tingkat keberhasilannya. Produksinya juga baru akan dilakukan pada tahun depan dan bukan tahun ini.

“Jadi ya kalau bisa sebetulnya karena kan ini masih dalam tahap pengembangan diharapkan tadi kan dorong revenue mereka automatis akan mendorong dia punya net profit. Tapi ini kan masih tahun depan karena secara global saja kan keberhasilan itu ataupun implementasi baru 2021 jadi ini untuk shorterm saja lebih baik trading shorterm atau day trade begitu strateginya,” jelasnya.

Sementara itu, dua saham farmasi masuk top gainers yaitu PT Indofarma Tbk (INAF) naik Rp375 atau 24,92 persen ke Rp1.880. Kemudian saham PT Kimia Farma Tbk (KAEF) naik Rp415 atau 24,20 persen ke Rp2.130.

Sementara itu, Direktur Riset Center of Reform on Economics (Core) Indonesia Pieter Abdullah Redjalam menilai, tren kenaikan ini akan terus berlanjut. Selama tidak ada berita-berita sumbang lain yang bisa membuat saham farmasi ini

“Pasar men-price-in berita baik ini. Selama tidak Ada berita lain tren kenaikan ini akan berlanjut diselingi juga profit taking dan isu-isu lainnya,” kata Piter.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini