Saham Farmasi Mendadak Cuan, Vaksin Made in China Bawa Hoki

Giri Hartomo, Jurnalis · Rabu 22 Juli 2020 11:10 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 22 278 2250199 saham-farmasi-mendadak-cuan-vaksin-made-in-china-bawa-hoki-KScktPDCZK.jpg IHSG (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Saham-saham emiten farmasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) mendadak kejatuhan cuan karena mengalami kenaikan yang cukup tinggi. Hal ini menyusul adanya pengumuman uji klinis yang dilakukan di dalam negeri.

Baca Juga: Saham Farmasi Topang Penguatan IHSG ke Level 5.129 

Head of Research MNC Sekuritas Edwin Sebayang mengatakan, kenaikan saham farmasi lebih disebabkan karena adanya momentum. Ditambah lagi ada sentimen positif karena vaksin yang kabarnya siap diproduksi masal.

“Jadi ini lebih kepada momentum dan lebih kepada sentimen,” ujarnya saat dihubungi Okezone, Rabu (22/7/2020).

Baca Juga: Vaksin dari China Datang ke Indonesia, Saham Indofarma dan Sektor Farmasi Langsung Cuan! 

Menurut Edwin, wajar jika saham farmasi naik begitu cepat ketika vaksin sedang diujicoba. Karena Indonesia menjadi pasar yang cukup besar jika nantinya vaksin ini dijual belikan.

“Hanya karena vaksin dan Indonesia kan sebagai pangsa pasar yang besar sehingga dengan adanya uji coba tersebut dan memang market kita besar sehingga nanti bisa mendorong kenaikan kinerja dari emiten tersebut,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur Riset Center of Reform on Economics (Core) Indonesia Pieter Abdullah Redjalam mengatakan, naiknya saham farmasi ini tidak terlepas dari pengumuman mengenai uji klinis vaksin di Indonesia. Apalagi uji klinis ini sudah masuk tahap akhir dan akan segera diproduksi.

“Saya kira ada kaitannya dengan pengumuman pemerintah kalau uji klinis vaksin di Indonesia sudah masuk tahap akhir dan akan produksi mulai tahun depan,” jelasnya

Menurut Piter tren kenaikan ini akan terus berlanjut. Selama tidak ada berita-berita sumbang lain yang bisa membuat saham farmasi ini

“Pasar men-price-in berita baik ini. Selama tidak Ada berita lain tren kenaikan ini akan berlanjut diselingi juga profit taking dan isu-isu lainnya,” kata Piter.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini