JAKARTA - Koordinator Uji Klinis Vaksin Covid-19 Prof Kusnandi Rusmil meyakini vaksin virus corona buatan Sinovac Biotech, Ltd asal China, yang sedang diteliti pihaknya akan lolos pengujian fase ketiga.
Hal itu berdasarkan pengalaman dirinya selama 20 tahun, di mana setiap vaksin yang memasuki penelitian ilmiah tahap akhir akan berhasil diproduksi
"Alhamdulillah sampai sekarang (vaksin yang sudah mencapai fase ketiga) enggak pernah gagal. Saya udah 20 tahun uji klinisi vaksin. Ini yang ke 33 kali," kata Kusnandi kepada Okezone, Rabu (29/7/2020).
Baca Juga: Uji Klinis Vaksin Covid-19 Made in China Digelar di 6 Lokasi
Dia mengaku akan mulai melakukan uji klinis kepada 1.620 relawan secara bertahap pada 6 Agustus mendatang. Nantinya, diharapkan akhir Januari 2021 sudah ditemukan kesimpulannya.
"Pada akhir Januari (2021), kita sudah bisa ambil kesimpulan, bagus atau enggak," ujarnya.
Dia menyebut, ketika kesimpulannya menunjukkan dampak positif, maka pihaknya akan memberikan hasil itu kepada PT Bio Farma (Persero), sehingga, perusahaan pelat merah itu bisa langsung memproduksinya dan menjualnya secara massal.
"Vaksin ini kan udah fase ketiga, pas hasilnya bagus, bisa langsung dijual," kata dia.
Baca Juga: Relawan Disuntik Vaksin Corona China Mulai 6 Agustus, Terbatas Hanya 25 Orang
Sebagai informasi, PT Bio Farma menerima pasokan vaksin dari Sinovac sebanyak 2.400 vaksin. Nantinya, pengujian vaksin ini dilakukan ke 1.620 subjek dengan rentang usia 18-59 tahun dan dengan kondisi tertentu. Kemudian, sisanya akan digunakan untuk uji lab di beberapa lab lain di Bio Farma dan Pusat Pengujian Obat dan Makanan Nasional (PPOMN).
(Dani Jumadil Akhir)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.