Bantuan Karyawan Rp600.000/Bulan Bisa Tingkatkan Konsumsi?

Aditya Pratama, Jurnalis · Senin 10 Agustus 2020 12:44 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 10 20 2259716 bantuan-karyawan-rp600-000-bulan-bisa-tingkatkan-konsumsi-OWfVbr289z.jpg Rupiah (Shutterstock)

JAKARTA - Per September 2020 pemerintah akan melaksanakan program subsidi gaji bagi pekerja yang memiliki upah di bawah Rp5 juta. Adapun, subsidi gaji diberikan sebesar Rp600.000 per bulan selama empat bulan dan akan diberikan per dua bulan sekali.

Ekonom Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Indonesia, Fajar B Hirawan mengatakan, dengan adanya kebijakan ini pemerintah menyadari betul pentingnya peningkatan konsumsi masyarakat untuk memulihkan pertumbuhan ekonomi Indonesia, di mana pada kuartal II ini mengalami kontraksi sebesar minus 5,32%.

 Baca juga: Cara dan Syarat Mendapatkan Bantuan Rp600.000 bagi Pekerja Gaji di Bawah Rp5 Juta

"Pada dasarnya kita tahu bahwa kita harus berusaha untuk meningkatkan dari sektor konsumsi khususnya konsumsi rumah tangga, karena apa? pemerintah tahu betul bahwa kontribusi dari konsumsi rumah tangga ini sangat besar yaitu sekitar 55-57 persen dan kemarin akhirnya juga pertumbuhannya negatif minus 5 hampir sama dengan pertumbuhan ekonomi," ujar Fajar dalam acara Market Review IDX Channel, Senin (10/8/2020).

Fajar menambahkan, jika bicara terkait masyarakat yang berpenghasilan rendah sekitar 40 persen yang pasti digunakan untuk memenuhi kebutuhan pokok, seperti sandang, pangan, papapan khususnya makanan.

 Baca juga: 7 Fakta Syarat Pekerja Dapat BLT Rp600.000, Mayoritas Gaji Rp3 Juta

Menurutnya, dengan adanya krisis akibat pandemi Covid-19, hampir seluruh kinerja ekonomi mengalami penurunan dan pemberian insentif bukan berupa uang tunai tidak akan efektif, sebab konsumsi akan terus jalan.

"Kalau misal targetnya difokuskan kepada masyarakat yang berpendapatan rendah pasti mereka punya financial planning yang berbeda dan menurut saya alokasi dana mereka juga terbatas dan menurut saya hal hal primer itu pasti sudah akan habis," ucapnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini