9 Fakta Belanja Produk Lokal, Bisakah Dorong Perekonomian?

Safira Fitri, Jurnalis · Senin 17 Agustus 2020 06:16 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 16 320 2262998 9-fakta-belanja-produk-lokal-bisakah-dorong-perekonomian-uMWT8FUhjT.jpg Beli Produk Lokal untuk Dorong Perekonomian di Tengah Krisis Covid-19. (Foto: Okezone.com/Arif Julianto)

JAKARTA - Pandemi virus corona telah memberi dampak buruk bagi ekonomi negara. Semua sektor kehidupan dan industri merasakan dampaknya, termasuk para pelaku UMKM.

Dengan hal tersebut, sinergi semua pihak sangat dibutuhkan guna mempercepat pemulihan ekonomi. Salah satu bentuk dukungan bagi usaha mikro kecil menengah (UMKM), pemerintah meresmikan gerakan nasional, yakni Bangga Buatan Indonesia (BBI).

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) meresmikan gerakan nasional tersebut sebagai bentuk dukungan dan dorongan pemerintah atas penggunaan produk dalam negeri, khususnya di masa pandemi.

Terkait hal tersebut, berikut fakta-fakta mengenai belanja produk lokal yang telah dirangkum Okezone, Jakarta, Senin (17/8/2020).

1. Indonesia Harus Mandiri

Dalam peresmian gerakan nasional Bangga Buatan Indonesia, Presiden Jokowi mengatakan bahwa dalam masa pandemi, Bangsa Indonesia harus mampu bertumpu pada kekuatan sendiri.

“Kita harus melihat lagi apa yang menjadi kekuatan kita, sekali lagi apa yang menjadi kekuatan kita, apa yang jadi kelemahan kita. Yang kurang, yang lemah, tentu harus segera kita perbaiki dan kekuatan kita harus kita manfaatkan,” ujar Presiden di Jakarta.

Gerakan ini menyebarkan semangat untuk bangkit meski pandemi masih melanda. Gerakan nasional ini juga bertujuan untuk membantu UMKM Indonesia demi memeratakan dan meningkatkan ekonomi Indonesia.

2. Gerakan BBI Peroleh Perhatian Khusus Dunia

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan bahwa gerakan #BanggaBuatanIndonesia (BBI) menjadi perhatian khusus di tingkat internasional karena sempat menjadi bahan pembicaraan di World Economic Forum, dan memperoleh apresiasi dari banyak negara.

"Kami lihat bahwa gerakan #BanggaBuatanIndonesia ini sudah menjadi perbincangan di World Economic Forum lalu. Di tahun 2025, diprediksi bahwa potensi pasar e-commerce di Asean adalah sebesar USD150 miliar, sementara Indonesia sendiri akan memiliki pasar senilai USD130 miliar, 85% pasar Asean didominasi oleh Indonesia," ucap Airlangga.

3. Masyarakat Diajak Mulai Gunakan Produk Lokal

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan mengajak semua warga Indonesia untuk kompak membanggakan buatan Indonesia dengan menggunakan produk dalam negeri sebagai bentuk kecintaan terhadap negara.

"Itu penting dan mari jaga dan kumandangkan semangat bangsa dan beli produk lokal hasil Industri Kecil Menengah (IKM). Jadikan IKM tuan rumah di negeri sendiri," kata Luhut, dalam launcing Bangga Buatan Indonesia.

4. Pejabat Diminta Jadi Role Model Masyarakat

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan meminta seluruh pejabat di pusat dan daerah untuk menggunakan produk dalam negeri (lokal). Tujuannya sebagai contoh kepada masyarakat, supaya semakin bangga dengan produk lokal.

"Tiap pejabat di pusat dan daerah secara nyata jadi role model beli produk dalam negeri untuk kebutuhan pribadinya," tuturnya.

5. Kampanye Sudah Digaungkan Sejak Lama Sebelum Terjadi Pandemi

Bangga buatan Indonesia merupakan kampanye dalam rangka menjaga roda perekonomian di tengah Covid-19. Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, pihaknya sudah sejak lama menggaungkan hal tersebut dengan keras.

"Sebelum muncul kampanye bangga buatan Indonesia, saya sudah berpesan keras sekali untuk kita bisa memanfaatkan produksi dalam negeri di proyek-proyek PUPR. Bahkan saya minta Inspektorat Jenderal untuk memeriksa Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dalam auditnya. Kalau tidak dibuat oleh produsen nasional, minimal pabriknya ada di Indonesia, sehingga tidak perlu impor dagang," tegas Menteri Basuki.

6. Indonesia Mampu Produksi SDA Menjadi Produk Bernilai Tinggi

Menurut Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan, Indonesia bisa memproduksi Sumber Daya Alam (SDA) menjadi produk dengan nilai yang tinggi dan berkualitas. Teknologi atau alat yang ada juga menunjang hal itu.

"Kita mampu kelola nikel menjadi baterai listrik yang memiliki nilai tambah. Semua ada di sini. Indonesia harus mampu menjaga terus optimisme yang tingggi bahwa Indonesia semakin kuat hadapi badai pandemi ini," tuturnya.

7. Kampanye Buatan Indonesia Pemangku bagi Pelaku IKM dan UKM

Luhut mengapresiasi Kementerian Perindustrian yang membuat kampanye Buatan Indonesia. Sebab, ini sebagai bentuk gotong royong semua pemangku bagi pelaku IKM dan UKM untuk masuk pasar digital.

"Gerakan ini mengakselerasi perputaran ekonomi dan pemerataan ekonomi dan menunjukan keberpihakan bagi produk dalam negeri buatan anak bangsa," tuturnya.

8. Gaji ke-13 Bisa Beli Produk Dalam Negeri

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan, gaji ke-13 bisa dibelanjakan produk dalam negeri. Di mana saat ini, pemerintah terus mendorong penggunaan produk dalam negeri pada UMKM Indonesia.

"Karenanya saya mengajak mereka yang baru saja menerima gaji ke-13, ayo gunakan gaji ke-13 dengan bijak. Belilah produk-produk buatan Indonesia. Bersama-sama kita bangkitkan industri dalam negeri khususnya UMKM Indonesia," tulis Sri Mulyani.

9. Gaji Tambahan Rp600.000

Selain itu, Menaker juga mengajak pekerja yang mendapat bantuan subsidi gaji sebesar Rp600.000 untuk membeli produk dalam negeri. Tujuannya guna menggerakan roda perekonomian dan mempercepat pemulihan ekonomi.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini