Tekanan Resesi, Ekonomi RI 2020 Diprediksi Tumbuh Negatif

Rina Anggraeni, Jurnalis · Rabu 19 Agustus 2020 20:16 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 19 20 2264700 tekanan-resesi-ekonomi-ri-2020-diprediksi-tumbuh-negatif-5kIifuQhTC.jpg Ekonomi RI Minus pada Kuartal II-2020. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melalui Badan Kebijakan Fiskal (BKF) menilai peluang resesi ekonomi Indonesia akan terjadi. Di mana pada kuartal II-2020, ekonomi RI minus 5,3%.

Kepala BKF Febrio Kacaribu mengaku sudah merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia minus dikisaran 1,1% hingga 0,2% selama tahun 2020, dari yang sebelumnya di kisaran minus 0,4% sampai 2,3%.

Baca Juga: Sri Mulyani: Mendidik Orang Pakai Masker dan Social Distancing Ternyata Sulit

"Tekanan resesi masih makin ada, jadi peluang tahun ini tumbuh negatif cukup besar. Tapi kalau bicara pertumbuhan ekonomi terus kita bisa kehilangan makna," kata Febrio dalam diskusi virtual, Rabu (19/8/2020).

Dia melanjutkan, pemerintah terus mengambil langkah agar pertumbuhan ekonomi tidak turun secara dalam di tahun 2020. Upaya tersebut mulai dari mempercepat penyerapan belanja pemerintah hingga merealokasi anggaran program perlindungan sosial yang belum berjalan efektif.

Baca Juga: Lawan Covid-19, Sri Mulyani Apresiasi Support Politik dari Parlemen

"Kita utamakan kebijakan kita banyak mengarah kepada mereka yang paling rentan. Kita melihat krisis global ini, kita adalah bagiannya, kita memang relatif bisa bertahan dibanding Filipina," jelasnya.

Dia menambahkan, percepatan belanja pemerintah bisa menggantikan peran konsumsi rumah tangga dan investasi yang terkontraksi sangat dalam pada kuartal II-2020.

"Semua K/L (kementerian/lembaga) harus kerja keras, spending ini harus diarahkan ke multiplier yang besar sehingga mendukung pelemahan ekonomi yang tidak terlalu dalam," tandasnya.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini