Sri Mulyani Tak Ingin Penanganan Bank Gagal Terulang saat Pandemi

Rina Anggraeni, Jurnalis · Kamis 17 September 2020 09:42 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 17 320 2279107 sri-mulyani-tak-ingin-penanganan-bank-gagal-terulang-saat-pandemi-97ICMP9MMV.jpg Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. (Foto: Okezone.com/Rina Anggraeni)

JAKARTA- Pemerintah mempriortaskan pentingnya kebijakan pencegahan dan penanganan krisis keuangan, utamanya dalam penanganan bank gagal oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) di tengah pandemi Covid-19.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan, pandemi ini membuat semua sektor keuangan mengalami tekanan. Adapun, Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 33 Tahun 2020 yang diterbitkan bisa memberi kewenangan tambahan pada LPS, untuk penempatan dana di bank yang sakit dan terancam gagal.

Baca Juga: Bank Tetap Buka meski Jakarta Rem Darurat

"Saya pikir ini salah satu area yang semua negara membutuhkan mekanisme untuk memaintaning stability di saat yang sama mempersiapkan untuk setiap situasi yang mendadak," kata Sri Mulyani dalam video yang diunggah LPS, Kamis (17/6/2020).

Kata dia, Indonesia memiliki pengalaman yang sangat berharga dalam penanganan bank gagal ketika krisis ekonomi 1998 dan 2008. Oleh karena itu, pemerintah tak ingin mengulangi kesalahan yang sama di masa krisis tahun ini.

Baca Juga: Jelang BI Rate, Rupiah Pagi Ini Parkir di Level Rp14.805/USD

"Indonesia berpengalaman di krisis 1998 dan 2008, kita harus menyadari bahwa situasi 2020 berbeda dan ini kenapa beberapa kebijakan kita harus dilanjutkan untuk mengadopsi ini terhadap LPS," jelasnya.

Sementara dalam Peraturan LPS Nomor 3 Tahun 2020, sebagai aturan turunan dari PP Nomor 33 Tahun 2020, LPS kini bisa melakukan penempatan dana bagi bank yang sakit.

Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi gangguan yang lebih parah pada suatu bank, yang dapat mengganggu likuiditas dan sistem keuangan yang lebih luas.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini