JAKARTA - Investment Specialist Mega Capital Indonesia Liyanto Sudarso menyebut pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini dipengaruhi oleh faktor global dan dalam negeri. IHSG turun 59,86 poin atau 1,18% ke 4.999.
Liyanto menjelaskan, dari faktor global, pertama, dipengaruhi sentimen dari pasar global sejak Federal Reserve (The Fed) menyampaikan bahwa tidak ada lagi stimulus tambahan untuk ekonomi.
"Walaupun mereka mengatakan bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga rendah dalam waktu panjang membuat pasar jadi ternormalisasi," ujarnya dalam acara 2nd Session Closing IDX Channel, Senin (21/9/2020).
Baca Juga: Makin Banyak Saham Lesu, IHSG Ditutup Anjlok 1,18% ke 4.999
Kedua, Linyato mengatakan, beberapa waktu ke depan akan diadakan pemilihan Presiden Amerika Serikat (AS), di mana jika dilihat Joe Biden sebagai lawan Donald Trump sudah mengungguli secara popularitas.
"Nah yang menarik lagi Joe Biden ingin membuat corporate tax naik lagi, nah ini pasti yang membuat saham-saham emiten yang ada di bursa AS tertekan," kata dia.
Baca Juga: Pekan Kedua PSBB Jakarta, IHSG Menguat Tipis ke 5.063
Sementara itu, dari sisi dalam negeri, dia menyebut bahwa investor Indonesia masih banyak yang melakukan aksi wait and see, terutama investor yang melihat dampak dari Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) jilid II terutama untuk DKI Jakarta. Akankah berhasil menekan jumlah angka virus corona?