JAKARTA - Resesi ekonomi dipastikan akan melanda Indonesia pada kuartal III-2020. Pasalnya, kuartal sebelumnya perekonomian Tanah Air terkontraksi sedalam 5,32%. Apakah di balik gejolak ekonomi itu masih ada saham-saham perusahaan yang menghasilkan keuntungan?
Analis CSA Research Institute Reza Priyambada menyatakan meski Indonesia terserang badai resesi, lantas tak membuat perputaran bisnis berhenti. Sehingga, para investor yang kerap bermain di pasar saham diminta tak panik.
Baca juga: Ancaman Resesi, Begini Anjuran Main Saham agar Tetap Cuan
"Masih ada beberapa usaha yang jalan. Maka, lihat peluang bisnis yang ada," kata Reza saat dihubungi, Sabtu (26/9/2020).
Dia menjelaskan adapun beberapa emiten yang diproyeksikan malah memperoleh keuntungan di tengah resesi ini. Adapun emiten tersebut ialah perusahaan farmasi, telekomunikasi, beberapa sektor UKM, makanan dan minuman, dan ritel.
Baca juga: IHSG Diprediksi Melemah di Kisaran 4.778-4.975, Cek Rekomendasi Sahamnya
sementara itu, Analis Reliance Sekuritas Lanjar Nafi bila seseorang masih mempercayai bahwa saham merupakan produk investasi yang menghasilkan maka harus mengubah kebiasaannya. Misalnya, yang semula bermain dalam waktu jangka panjang, baiknya diubah untuk ke periode yang lebih pendek.
"Perketat batasan Stop-loss dan lakukan trading dengan jangka yang lebih pendek," kata Lanjar.
Baca juga: IHSG Diprediksi Menguat, Berikut Rekomendasi Saham 'Cantik' Hari Ini
Selain itu, diharapkan para investor untuk sering-sering pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan. Hal itu nantinya bisa memprediksi emiten mana saja yang memiliki prospek di tengah resesi ini.
"Lakukan analisa teknikal untuk melihat tren pergerakan dan arah gelombangnya. Lakukan analisa fundamental untuk melihat prospek bisnisnya," ujarnya.
(Fakhri Rezy)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.