JAKARTA - Para investor di pasar saham sedang dibuat dag-dig-dug jelang pengumuman pertumbuhan ekonomi pada kuartal III-2020 mendatang. Pasalnya, bisa dipastikan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) nanti menyatakan bahwa perekonomian Indonesia masuk ke jurang resesi.
Gejolak perekonomian itu pun akan berdampak kepada berbagai sektor bisnis yang ada di pasar saham. Oleh sebab itu, diperlukan berbagai langkah strategi agar para investor tetap untung di tengah masa resesi ini.
Baca juga; IHSG Sepekan Anjlok 2,24%, Asing Catat Aksi Jual Bersih Rp829,6 Miliar
Analis CSA Research Institute Reza Priyambada menjelaskan setidaknya ada lima emiten yang sahamnya memiliki risiko tinggi di tengah resesi nanti.
"Tambang, otomotif, perkebunan, infrastruktur, dan konstruksi," kata dia saat dihubungi, Sabtu (26/9/2020).
Baca juga: Saham-Saham di Sektor Berikut Bisa Tetap Aman saat Resesi
Sementara itu, Analis Reliance Sekuritas Lanjar Nafi mengimbau para pemain saham itu untuk cermat melihat pergerakan nilai saham di Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Sehingga, bisa melihat perusahaan mana yang sahamnya terus anjlok dan tumbuh di masa resesi.
Apabila, para investor masih mempunyai tabungan saham di perusahaan yang keuntungannya tak tumbuh, sebaiknya segera pindahkan saham tersebut.
"Saham yang tidak memiliki prospek bisnis yang tetap kuat disaat krisis saat ini," kata Lanjar.
(Fakhri Rezy)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.