Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

3 Penyebab Pertumbuhan Kredit Perbankan Kian Loyo

Rina Anggraeni , Jurnalis-Senin, 28 September 2020 |13:41 WIB
3 Penyebab Pertumbuhan Kredit Perbankan Kian Loyo
Rupiah (Foto: Shutterstock)
A
A
A

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) membeberkan faktor penyebab lambatnya pertumbuhan penyaluran kredit perbankan hingga Agustus 2020.

Sebagai informasi, pertumbuhan kredit perbankan pada Agustus 2020 hanya sebesar 1,04% (yoy) atau lebih rendah bila dibandingkan penyaluran kredit per Juli 2020 yang tumbuh 1,53%.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan, setidaknya ada tiga faktor yang menyebabkan kredit lambat di antaranya adalah faktor permintaan yang masih lambat ditambah faktor kedua risiko kredit yang masih membayangi perbankan.

“Kredit di bulan Agustus memang rendah 1,04%. Dari isi penawaran pelemahan kredit terjadi akibat faktor risiko kredit dan kalau dilihat lebih banyak faktor permintaan juga masih rendah,” kata Perry saat rapat virtual dengan Komisi XI DPR, Senin (28/9/2020).

Sambung dia, rendahnya faktor permintaan kredit juga sejalan dengan meningkatnya dana pihak ketiga (DPK) yang mencapai 11,64% hingga akhir Agustus 2020. Angka ini lebih tinggi dibandingkan realisasi DPK pada akhir semester I-2020 yang sebesar 7,95%.

 

Kemudian, suku bunga kredit di perbankan nasional masih terbilang tinggi. Walaupun suku bunga acuan BI sudah berada di level 4%.

Pasalnya, perbankan juga enggan mengorbankan net interest margin (NIM) dengan menurunkan suku bunga kredit.

"Kita tentu bertanya kalau suku bunga dana turun kenapa kredit lama karena berkaitan dengan risiko kredit, itu faktor-faktor dan keperluan perbankan melakukan pencadangan," tandasnya.

(Dani Jumadil Akhir)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement