JAKARTA - Jumlah percakapan terkait belanja online di Twitter meningkat. Berdasarkan data Twitter, belanja meningkat hingga 60% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu (year on year/yoy).
Country Industry Head Twitter Indonesia Dwi Adriansah mengatakan, Twitter bisa menjadi salah satu peluang untuk memasarkan brand. Apalagi jelang momen belanja yang biasanya terjadi pada akhir tahun.
Baca Juga: UMKM Makin Digdaya dengan Adanya UU Ciptaker
Bukan tanpa alasan, Twitter mencatat pertumbuhan kuat di Indonesia dengan volume Tweet sebesar 145.5% hingga Maret tahun ini
Belum lagi, hasil survei Twitter terhadap konsumen di enam negara di Asia Tenggara cukup memberikan insight bermanfaat yang dapat dijadikan referensi bagi brand untuk mempersiapkan kampanye. Keenam negara tersebut yakni Filipina, Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand dan Vietnam.