Bocoran Lokasi Pabrik Baterai Kendaraan Listrik, Ditarget Rampung 2023

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Kamis 15 Oktober 2020 20:24 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 15 320 2294327 bocoran-lokasi-pabrik-baterai-kendaraan-listrik-ditarget-rampung-2023-ByxX8pfLV8.jpg Manufaktur (Shutterstock)

JAKARTA - Holding BUMN pertambangan Mind Id atau Inalum telah menetapkan lokasi pembangunan pabrik baterai. Tak hanya itu, manajemen perseroan plat merah itu juga menargetkan proses pembangunan pabrik dilakukan 2-3 tahun ke depannya.

Direktur Utama Mind Id Orias Petrus Moedak menyebut, pihaknya sudah menetapkan sejumlah lokasi pembangunan pabrik. Dalam catatan manajemen, ada sejumlah lokasi yang dipilih, meski begitu ada tiga wilayah yang nantinya menjadi kosentrasi pembangunan. Ketiganya adalah, Halmahera di Maluku Utara, Sulawesi Tenggara, dan Papua.

 Baca juga: Bukti Industri Manufaktur RI Membaik meski Ada Corona

"Untuk targetnya sekitar 2-3 tahun lah, sementara pilihan lokasi ada di Sulawesi Tenggara, Halmahera, dan Papua, pilihan di situ," ujar Orias, Jakarta, Kamis (15/10/2020).

Dari ketiga opsi lokasi tersebut, pihak PT Aneka Tambang (Persero) dan Tim yang diketuai Komisaris Utama Mind Id Agus Tjahjana Wirakusuma, nantinnya memutuskan atau memfinalisasi mana lokasi yang dipilih.

 Baca juga: Menko Airlangga Yakin PSBB Transisi Tingkatkan Indeks Manufaktur

"Dari teman-teman Antam akan menjelaskan detail dan juga dari tim yang dibentuk Pak Menteri akan melaporkan dan memutuskan di mana. Tapi kemungkinan di tiga tempat itu," kata dia.

Dalam kesempatan itu, Orias juga mengutarakan ihwal nilai investasi dari pembangunan pabrik baterai yang diproyeksi mencapai USD20 miliar. Dia bilang, angka tersebut bisa dicapai bila produk turunan yang dihasilkan lebih jauh lagi.

Nilai investasi itu juga didasari pada asumsi keterbukaan perseroan pada mitra kerja. Bila mitra kerja mampu digaet perusahaan, maka Mind Id memperkirakan nilai USD20 miliar.

Sebelumnya, Erick Thohir mencatat, hilirisasi industri minerba, terutama nikel mendapat respons positif dari investasi luar negeri. Investor tersebut adalah Contemporary Amperex Technology Co. Ltd (CATL) dari Cina dan LG Chem Ltd asal Korea.

Dua produsen electric vehicle (EV) Battery untuk kendaraan listrik terbesar dunia itu mengisyaratkan akan bergabung dengan proyek investasi senilai USD20 miliar dalam pengembangan rantai pasokan nikel di Tanah Air.

Menurut dia, kehadiran investasi luar negeri menunjang program industri nasional. Erick mengaku yakin, aspek keberlanjutan terus berkembang dan mendukung ketahanan energi Indonesia.

"Indonesia selama ini dikenal sebagai produsen dan eksportir nikel, bahan baku utama EV Battery, terbesar dunia yang menguasai 27 persen kebutuhan pasar global," ujar Erick.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini