Indonesia, Negara Paling Optimis Akan Adanya Peningkatan Ekonomi

Kunthi Fahmar Shandy, Jurnalis · Jum'at 16 Oktober 2020 14:28 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 16 320 2294692 indonesia-negara-paling-optimis-akan-adanya-peningkatan-ekonomi-lx7wV2lrA4.jpeg Grafik Ekonomi (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Pandemi Covid-19 sangat mempengaruhi perekonomian negara-negara, tak terkecuali Indonesia. Berdasarkan hasil survei terbaru Ipsos, bahwa mayoritas masyarakat di Asia Tenggara merasa situasi ekonomi di negara mereka tidak baik, bahkan sangat buruk.

Hasil survei untuk Indonesia sendiri, terlihat bahwa 57% masyarakat merasa situasi perekonomian Indonesia dalam keadaan buruk, 17% merasa sangat buruk.

Dibandingkan dengan hasil survei gelombang pertama Mei 2020 (yang mana saat itu negara-negara berada di tengah-tengah penerapan larangan dan pembatasan ketat), Asia Tenggara melaporkan adanya peningkatan pendapatan masyarakat, khususnya untuk Indonesia dan Filipina yang paling menunjukkan peningkatan signifikan.

Baca Juga: Keuntungan Ekonomi Indonesia Pakai Jaipong

Untuk Indonesia sendiri pada hasil survei gelombang pertama, 84% responden mengaku merasakan penurunan pendapatan, sedangkan pada survei gelombang kedua ini, sebanyak 74% responden merasakan penurunan pendapatan mereka, yang mana persentase ini turun 10% dibandingkan hasil survei gelombang pertama Mei lalu (84%).

Melihat 6 bulan ke depan dari sekarang, di antara negara-negara Asia Tenggara, Indonesia muncul sebagai negara paling optimis akan adanya perbaikan ekonomi pada 6 bulan ke depan dibandingkan negara lain dengan persentase 75%, disusul oleh Vietnam sebesar 54%, dan Filipina 50%. Sedangkan mayoritas masyarakat Singapura justru merasa pesimis dan hanya 28% yang berharap perekonomian dalam negeri mereka akan meningkat.

 

Managing Director Ipsos in Indonesia, Soeprapto Tan menyampaikan, melihat perkembangan hasil survei gelombang kedua yang dilakukan Ipsos untuk kawasan Asia Tenggara, mayoritas masyarakat Indonesia masih memiliki optimis yang tinggi akan adanya perbaikan ekonomi domestik di Indonesia secara keseluruhan, terlebih jika dibandingkan dengan beberapa negara Asia Tenggara lainnya.

"Perlu kami tekankan bahwa ketika survei gelombang kedua ini dilakukan, DKI Jakarta sebagai Ibu Kota dan pusat mayoritas aktivitas bisnis, sedang dalam status penerapan PSBB ketat kedua," ujarnya di Jakarta, Jumat (16/10/2020).

Bila dilihat dari hasil survei yang ada, penerapan PSBB ini tidak berpengaruh secara signifikan pada optimisme masyarakat terhadap situasi kondisi ekonomi di Indonesia.

"Kita berharap optimisme ini bisa menjadi momentum dan referensi untuk Pemerintah pusat maupun provinsi untuk menjaga pertumbuhan ekonomi di Q4 2020, tentunya dengan berbagai stimulus ekonomi yang sedang ataupun akan dijalankan sebagai upaya Pemerintah terlepas dari ancaman resesi,” beber dia.

Dalam hasil survei gelombang kedua ini, dalam 6 bulan ke depan, mayoritas masyarakat Indonesia (60%) berpendapat Pemerintah Indonesia harus tetap fokus dalam penanggulangan dan penyebaran Covid-19, 16% dari mereka berpendapat lebih penting Pemerintah untuk tetap menyediakan bantuan atau stimulus ekonomi terhadap pendapatan mereka, 13% mengaku lebih penting Pemerintah fokus dalam melindungi pekerjaan masyarakat 11% berfokus pada masalah menjaga stabilitas harga barang.

Lebih jauh, bila dibandingkan 3 bulan lalu, 48% masyarakat Indonesia tidak merasa yakin terhadap keamanan pekerjaan mereka, kerabat, ataupun orang terdekat mereka. Sehingga, apabila kasus Covid-19 kembali terjadi di masa depan, 91% masyarakat Indonesia mengaku khawatir bahkan sangat, pemerintah akan kembali menerapkan larangan ketat yang akan mempengaruhi pendapatan mereka.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini