Ternyata Ini yang Bikin IHSG dan Rupiah Kembali Menguat

Giri Hartomo, Jurnalis · Senin 19 Oktober 2020 12:31 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 19 278 2295878 ternyata-ini-yang-bikin-ihsg-dan-rupiah-kembali-menguat-fCrw93Yqi8.jpg Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (Foto; Setkab)

JAKARTA - Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto membeberkan kondisi pasar keuangan dan pasar modal terkini. Di mana pasar modal dan keuangan juga ikut terkena dampak pandemi virus corona (covid-19).

Menurut Airlangga, ada perbaikan di sektor keuangan dan pasar modal. Hal tersebut terlihat dari peningkatan Indeks Harga Saham Global (IHSG) yang kini sudah menyentuh angka 5.105.

 Baca juga: Emiten Rokok 'Ngebul' di Tengah Corona karena Banyak Orang Stres

Padahal pada saat awal pandemi covid-19 masuk ke Indonesia, IHSG sempat berada di titik terendahnya yakni di kisaran 3.900. Sementara nilai tukar rupiah juga kini sudah mulai menguat lagi di level Rp14.690 per USD.

"Dari sisi pasar keuangan dan pasar modal, kinerja (IHSG) dan nilai tukar rupiah menunjukan peningkatan hingga mencapai level masing-masing 5.105 dan Rp14.690 per USD pada 15 Oktober 2020," ujarnya dalam acara Opening Ceremony Capital Market Summit & Expo (CMSE) 2020 secara virtual, Senin (19/10/2020).

 Baca juga: Presiden Jokowi Sempat Khawatir Covid-19 Serang Pasar Modal

Menurut Airlangga, kinerja IHSG didorong oleh peningkatan indeks saham sektoral. Khususnya sektor industri dasar ini mengalami pemulihan yang mengalami pelemahan sejak Maret.

"Kondisi pasar modal yang membaik ditunjukan oleh menurunnya yield obligasi pemerintah untuk tenor 10 tahun ke level 6,74% per 15 Oktober 2020," jelasnya.

Tak hanya itu, sejalan dengan sentimen positif tersebut membuat Indonesia mendapatkan rating BBB pada 10 Agusutus dari Fitch. Jika melihat data tersebut, cukup menunjukan optimisme bagi perekonomian Indonesia.

"Sejalan dengan sentimen positif tersebut Fitch telah mengafirmasi rating indonesia menjadi BBB pada 10 Agusutus lalu dan ini menunjukan optimisme pada perekonomian Indonesia," jelasnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini