JAKARTA - Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) masih akan berada pada posisi sideways hingga akhir tahun. Untuk reli panjang, diprediksi bahwa IHSG baru akan nampak memuaskan di tahun 2022.
"Memang baru menguat di akhir November hingga akhir Desember tahun ini. Namun, IHSG baru akan nampak reli panjang di tahun 2022," ujar Head of Research Astronacci Internasional Anthonius Edyson di IDX Channel Market Opening di Jakarta, Senin(19/10/2020).
Baca juga: Investor Profit Taking Bikin IHSG Merana
Kendati demikian, angka IHSG nanti di tahun 2022 belum sememuaskan dibandingkan dengan keseluruhan pada periode tahun 2017-2019. Bahkan, hingga akhir November, peluang di bawah 5000 masih terbuka.
"Peluang di bawah 5.000 masih ada, dan nanti hingga akhir Desember, masih bergerak mungkin di kisaran level 5100-5150," tambahnya.
Baca juga: IHSG Diprediksi Tutup Akhir Pekan di Zona Merah
Saat ini, level 5.100 masih terkesan alot karena di level tersebut, IHSG masih terhantam aksi profit taking, khususnya dari investor asing.
"Rangenya masih sempit. Namun ada beberapa saham yang bisa saya rekomendasikan untuk awal pekan ini dengan didominasi sektor perbankan," ucap Anthonius.
Untuk saham-saham yang direkomendasikan Anthonius, ada BBRI dengan level support 3130-3510 (BUY), BBCA dengan level support Rp27.859 - Rp30700 (BUY), CPIN Rp5.700 - Rp6.500 (BUY), dan UNTR Rp21.300 - Rp24.000 (BOW).
"BBRI saya rekomendasikan BUY karena sebagai bank negara recoverynya cukup cepat, dan untuk swasta saya rekomendasikan BBCA juga menjadi bank swasta terkuat untuk saat ini," ungkapnya.
Terlebih, BCA nantinya akan menjadi salah satu bank penyalur stimulus keuangan, sehingga hal ini akan menjadi sentimen positif bagi bank BCA.
"CPIN karena alasan teknikal, mereka juga sudah berangsur pulih jadi bisa dibeli di level rata-rata. Untuk UNTR, kami rekomendasi untuk BOW di level 21300 karena pergerakannya masih ranging dan graduatenya cukup lama," pungkas Anthonius.
(Fakhri Rezy)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.