“Jadi selama pandemi Covid 19 ini, permintaan akan sarung tangan kesehatan berada pada tingkat permintaan yang belum pernah dialami sebelumnya.“ papar Ridwan Goh.
Ditambahkan Ridwan Goh, Pada situasi pandemi sebelumnya juga terjadi lonjakan permintaan tetapi tidak setinggi saat ini, seperti pada saat dunia mengalami virus influenza A (H1N1) dimana pandeminya tidak terjadi dalam waktu yang lama.
Dengan meningkatnya permintaan, MARK saat ini sudah mengantongi kontrak senilai USD52 juta untuk pengapalan pada 2021. “Kontrak-kontrak tersebut datang tidak hanya dari pelanggan lama kami yaitu Malaysia, akan tetapi juga dari beberapa produsen sarung tangan di China, Thailand, Vietnam, Afrika Selatan dan Amerika Serikat,” ujar Ridwan Goh.
Beberapa kontrak tersebut, ungkap Ridwan Goh, bahkan sudah diterima perusahaan dalam bentuk down payment, hal tersebut menunjukkan kepercayaan yang tinggi akan kualitas dan kredibilitas MARK sebagai produsen cetakan sarung tangan.
Melihar dari sisi lain, bahwa tren permintaan sarung tangan sepuluh tahun terakhir konsisten dengan pertumbuhan CAGR sebesar 10% sampai 12% dan di tengah pandemi Covid-19 telah mengalami peningkatan hingga 30%, sehingga permintaan sarung tangan dunia telah melebihi kapasitas produksi yang tersedia.
Lonjakan permintaan sarung tangan saat pandemi juga membuat produsen cetakan sarung tangan MARK tidak menunda lama untuk meningkatkan kapasitas produksinya. Kapasitas produksi Perseroan yang semula 700.000 unit per bulan di tahun 2020 tidak mencukupi permintaan cetakan sarung tangan yang begitu agresif, sehingga mulai kuartal III 2020 Perseroan meningkatkan kapasitasnya menjadi 800.000 unit per bulan.