JAKARTA – Pemegang obligasi (Bondholder) PT MNC Investama Tbk (BHIT) setujui konversi minima 65% obligasi ke saham. Hal ini membuat harga saham BHIT meroket.
Pada tanggal 5 November 2020 PT MNC Investama Tbk (BHIT) telah mengadakan rapat verifikasi untuk mentabulasi dan mengumumkan hasil pemungutan suara. Hal ini sehubungan dengan Obligasi Yang Bersifat Senior senilai USD231 juta yang diterbitkan oleh Perseroan (Obligasi).
Pemegang Obligasi telah menyetujui exchange offer yang diusulkan oleh Perseroan. Pemegang Obligasi memiliki opsi untuk menukarkan Obligasi dengan:
Baca juga: Garap Sektor Digital, MNC Investama Optimistis Bisa Meraup Pasar
(i) Saham baru Perseroan dengan nilai tukar 8.267.052 saham per USD100 ribu dari jumlah pokok Obligasi (setara dengan harga konversi IDR173 per saham dengan menggunakan nilai tukar Rp14.302 per USD) atau
(ii) Obligasi baru yang diterbitkan oleh Perseroan dengan nilai tukar USD100 ribu jumlah pokok obligasi baru untuk setiap USD100 ribu jumlah pokok Obligasi.
Baca juga: MNC Buka Peluang Investasi di Neom, Kota Baru Arab Saudi
” ini akan berdampak positif terhadap kinerja keuangan Perseroan. Konvers dai utang menjadi saham akan menurunkan sisa utang Perseroan dan meringankan beban keuangan, sedangkan obligasi baru dengan tingkat kupon rendah akan secara drastis mengurangi beban keuangan yang ditanggung Perseroan. Kedua opsi iniakan memperkuat neraca, struktur permodalan dan laba rugi secara keseluruhan, yang pada akhirnya menguntungkan pemegang saham,” kata Direktur Utama Perseroan Darma Putra, Jakarta, Kamis (5/11/2020).
Dari pantauan Okezone, saham BHIT naik Rp6 atau 8,33% ke Rp78. Kenaikan pun telah terjadi sejak Rabu 3 November 2020, di mana dari harga Rp50 ke Rp72.
Obligasi baru menawarkan kupon tetap 1% per tahun, ditambah dengan kupon variabel dari dividen tunai yang diterima Perseroan dari PT Global Mediacom Tbk dan PT MNC Kapital Indonesia Tbk. Obligasi baru ini memiliki jangka waktu lima tahun.
Perseroan akan mengajukan permohonan pengesahan kepada pengadilan Singapura pada tanggal 10 November 2020 dan diharapkan akan disetujui oleh pengadilan Singapura dan akan menjadi efektif pada pertengahan Desember 2020. Setelah efektif,Pemegang Obligasidiminta memilih salah satu dari skema di atas.
Perseroan telah mendapatkan konfirmasi bahwa setidaknya 65% Pemegang Obligasi akan mengkonversi Obligasi menjadi saham. Hal ini akan mengurangi utang induk BHIT dari USD231 juta menjadi USD81 juta atau turun 64.5%.Sementara ekuitas induk meningkat dari Rp11,6 triliun menjadi Rp13,8 triliun, kenaikan sebesar 18,1%.
(Fakhri Rezy)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.