Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ada 33 Emiten Bakal Buyback Saham di Akhir Tahun

Rina Anggraeni , Jurnalis-Kamis, 12 November 2020 |15:40 WIB
Ada 33 Emiten Bakal <i>Buyback</i> Saham di Akhir Tahun
Saham (Shutterstock)
A
A
A

JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memastikan mencatat sebanyak 60 emiten atau perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia sudah berencana melakukan pembelian saham kembali (buyback saham). Dari total tersebut, 33 Emiten akan melakukan buyback saham pada akhir Desember.

"Pasar modal, raising fund masih berjalan, ada 33 emiten yang bakal melakukan buyback saham ada indikasi Rp17,28 triliun," kata Ketua OJK Wimboh Santoso di Jakarta, Kamis (12/11/2020).

 Baca juga:

Dia menekankan kinerja pasar modal akan terus membaik di tahun depan. Hal ini dikarenakan pemulihan ekonomi akan berjalan mulus pada tahun 2021.

"Dapat kami sampaikan pasar modal akan lebih baik dari sekarang di 2021 dan akan mencapai Rp150-158 triliun raising fund di pasar modal, karena kondisinya hampir normal," katanya.

Saat ini, tanda-tanda pertumbuhan, sampai akhir tahun akan lebih tinggi dari sekarang. Serta akan diproyeksi pertumbuhan kredit bisa moncer hingga 5%.

"Dana masyarakat akan tumbuh di 2021," ujarnya.

Sebelumnya, Bursa Efek Indonesia (BEI) menyampaikan bahwa sembilan emiten tercatat masih dalam periode pembelian kembali (buyback) saham. Adapun total anggaran yang digunakan untuk aksi buyback sebanyak Rp4,2 triliun.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna mengatakan, per 9 September 2020 sudah ada tujuh emiten yang melaksanakan buyback dengan realisasi Rp898,2 miliar atau 21,5% dari total rencana.

Baca Juga: Vaksin Bikin IHSG Menguat, Investor Borong Saham Perbankan

Selain itu, terdapat 74 Perusahaan Tercatat yang telah menyelesaikan periode buyback dan telah merealisasikan pelaksanaan buyback dengan nilai realisasi sebesar Rp4,21 triliun.

(Fakhri Rezy)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement