Iya Neraca Dagang Surplus tapi Masih Banyak Pabrik Tutup

Kunthi Fahmar Shandy, Jurnalis · Senin 16 November 2020 13:54 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 16 320 2310348 iya-neraca-dagang-surplus-tapi-masih-banyak-pabrik-tutup-wikUr3Y2db.jpg Neraca Dagang Surplus tapi Ekonomi Belum Membaik. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Neraca perdagangan Indonesia mengalami surplus di tengah pandemi virus corona. Surplus neraca dagang terjadi karena merosotnya impor yang terlalu tajam.

"Ekspor kita naik secara month to month namun secara yoy kita masih minus. Secara yoy dan mtm, impor kita menurun secara drastis," kata Peneliti Indef Nailul Huda di Jakarta, Senin.(16/11/2020).

Baca Juga: Neraca Dagang Surplus, Sentimen Positif Buat Rupiah

Secara yoy impor Indonesia turun hingga -26,93%. Sedangkan secara mtm imporkita turun hingga -6,79%. Berdasarkan jenis barang. Impor untuk barang modal merosot hingga -284,5% (yoy) dan -13,33% (mtm).

Sedangkan bahan baku merosot sangat tajam di angka -415,7% (yoy) dan -5% (mtm).

"Artinya, keadaan ini menunjukkan kegiatan ekonomi di Indonesia masih jauh dari kata baik. Banyak pabrik-pabrik yang belum produksi secara optimal. Masih banyak pabrik yang tutup,"sebut Huda.

Baca Juga: Indonesia Resesi, Neraca Dagang Oktober Surplus USD3,61 Miliar

Dihubungi terpisah, Direktur Riset CORE Indonesia Piter Abdulah mengatakan surplus perdagangan Oktober terjadi bukan dikarenakan pertumbuhan ekspor yang sangat besar. Melainkan lebih disebabkan impor yang masih turun drastis dibandingkan tahun Lalu.

Dia pun memperkirakan surplus masih akan berlanjut selama industri Indonesia belum beroperasi normal sehingga impor masih terus terkontraksi.

"Surplus ini akan mengurangi tekanan terhadap nilai tukar rupiah, memunculkan market confident," katanya.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatatkan neraca perdagangan Indonesia pada Oktober 2020 mengalami surplus sebesar USD3,61 miliar di tengah Indonesia resesi. Angka kni mengalami kenaikan jika dibandingkan suruplus bulan lalu karena hanya USD2,39 miliar.

Ini merupakan surplus enam kali neraca dagang Indonesia pada tahun ini. Ini memperpanjang rentetan surplus setelah pada September sudah mencatatkan lima kali.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Setianto mengatakan, surplus neraca perdagangan Oktober karena angka ekspor lebih besar dari impor. Apalagi adanya penurunan impor cukup dalam pada Oktober 2020.

“Angka ini meningkat cukup besar karena terjadi penurunan cukup dalam pada impor dibandingkan bulan Oktober,” ujarnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini