Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Bursa Saham Dunia Dipengaruhi Vaksin Covid-19

Aditya Pratama , Jurnalis-Rabu, 18 November 2020 |11:26 WIB
Bursa Saham Dunia Dipengaruhi Vaksin Covid-19
Saham (Shutterstock)
A
A
A

JAKARTA - Baru-baru ini pengembangan vaksin yang dilakukan Moderna disebut efektif hampir 95 persen mencegah Covid-19 menurut data awal. Sebelumnya, perusahaan farmasi global Pfizer dan perusahaan bioteknologi Jerman BioNTech juga menyampaikan bahwa vaksin Covid-19 buatan mereka efektif lebih dari 90 persen.

Melihat fenomena itu, Senior Research Analyst Infovesta, Praska Putrantyo menyebut bahwa dengan adanya pengembangan vaksin turut mempengaruhi kinerja indeks secara global, salah satunya di Bursa Amerika Serikat (AS).

 Baca juga; Waspada! IHSG Bisa Tergelincir di Tengah Jalan

"Untuk pergerakan bursa saham AS memang kemarin bisa dikatakan aksi profit taking setelah rally pasca efektivitas dari farmasi seperti Moderna dan Pfizer terkait vaksin Covid-19 sebesar 90 persen ini membuat perusahaan mengalami kenaikan cukup signifikan dalam tiga hari terakhir," ujar Praska dalam acara Market Opening IDX Channel, Rabu (18/11/2020).

Selain investor masih menunggu terkait bagaimana perkembangan vaksin Covid-19 ke depannya, efek pemilihan presiden AS juga masih menjadi sentimen tersendiri, dimana investor saat ini lebih menunggu transisi dari Presiden Donald Trump ke Joe Biden yang secara resmi sudah memenangkan Pemilu.

 Riset Saham: 'Disuntik' Vaksin, IHSG Menguat Seharian

"Nah, sepanjang masa transisi tersebut yang masih ditunggu perkembangannya nah investor tampaknya masih melihat perkembangan data-data makro ekonomi terutama data-data ekonomi AS yang menjadi sorotan dimana melihat bagaimana perkembangan ekonomi pasca setelah disibukkannya ekonomi meskipun belum terlalu kuat," ucapnya.

Praska menambahkan, dengan dirilisnya retail sales yang hanya tumbuh nol koma sekian persen dan adanya peningkatan kasus Covid-19 di AS turut mempengaruhi upaya pemulihan ekonomi.

"Kasus Covid-19 yang naik di atas 150.000 per hari, melonjak tinggi sekali yang membuat kekhawatiran adanya lockdown lanjutan dan berpotensi menghambat recovery dimana recovery diperkirakan masih cukup panjang. Jadi, investor cenderung bisa dikatakan rehat sejenak melihat perkembangan lebih lanjut dari kasus Covid ini," katanya.

(Fakhri Rezy)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement