Oleh-Oleh Menko Luhut dari AS, Bawa Pulang Rp28 Triliun

Djairan, Jurnalis · Selasa 24 November 2020 07:27 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 24 320 2314901 oleh-oleh-menko-luhut-dari-as-bawa-pulang-rp28-triliun-fi0WALHXsg.jpg Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan (Foto: Dok. Kemenko Marves)

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan melakukan kunjungan kerja di Amerika Serikat (AS) belum lama ini. Di sana Luhut mengaku hampir 6 jam berada di Gedung Putih dan bahkan diterima di tempat kerja resmi Presiden AS, Oval Office, untuk bertemu Donald Trump.

Baca Juga: Menko Luhut Sindir Pejabat Hadir pada Kerumunan Massa di Jakarta

Pantang pulang dengan tangan kosong, dalam kunjungan itu Luhut menyaksikan sendiri penandatanganan Letter of Interest (LoI) oleh CEO United States International Development Finance Corporation (IDFC) Adam Boehler untuk investasi sebesar USD2 Miliar (Rp28 triliun) dari IDFC kepada sovereign wealth fund (SWF) Indonesia pada Kamis (19/11/2020).

“Ini adalah oleh-oleh yang besar karena keberadaan AS sebagai negara industri maju akan berpengaruh penting bagi perkembangan SWF di Tanah Air,” ujar Luhut dalam keterangannya dikutip pada Selasa (24/11/2020).

luhut

Hal tersebut, kata Luhut, berkat komunikasi intens selama dua tahun terakhir yang dijalinnya dengan Jared Kushner, menantu Trump dan CEO IDFC sendiri yang notabene keduanya merupakan tangan kanan Trump.

Didampingi oleh Duta Besar RI untuk AS Muhammad Lutfi, Luhut juga menyampaikan apresiasi dari Presiden Joko Widodo kepada Presiden Donald Trump yang telah memperpanjang fasilitas GSP untuk Indonesia. Sehingga Indonesia menjadi satu-satunya negara di Asia yang mendapat peluang emas itu.

Selain bertemu pejabat Gedung Putih, Luhut juga bertemu banyak investor yang tertarik untuk mengetahui perkembangan Indonesia, terlebih setelah disahkannya UU No. 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja. Luhut juga membahas penanganan pandemi Covid-19 dengan sahabatnya dari IMF dan World Bank untuk pemulihan ekonomi nasional, dan kelestarian lingkungan hidup.

“Berbagai respons baik saya terima selama kunjungan saya di sana adalah buah dari budaya dan adat ketimuran serta visi Presiden Jokowi yang sangat dikagumi oleh pemimpin negara manapun,” ujarnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini