Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

IHSG di Awal Desember Diprediksi Terpengaruh 8 Sentimen Ini

Fakhri Rezy , Jurnalis-Senin, 30 November 2020 |12:16 WIB
IHSG di Awal Desember Diprediksi Terpengaruh 8 Sentimen Ini
Saham (Shutterstock)
A
A
A

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang konsolidasi melanjutkan penguatan di pekan ini. Tetapi mulai sangat berisiko mengalami aksi ambil untung mengingat kenaikan yang hampir tanpa koreksi berarti.

Direktur Investasma Hans Kwee mengatakan, IHSG bergerak dengan support di level 5,669 sampai 5,427 dan resistance di level 5,800 sampai 5,900. Dirinya pun menjabarkan beberapa sentimen yang akan mempengaruhi IHSG pada pekan pertama Desember 2020.

 Baca juga: Trump Tinggalkan Gedung Putih Pendorong Pasar Saham

Berikut sentimen-sentimen di awal pekan Desember:

1. Transisi Kepemerintahan AS

Ketika menjelang pemilu hingga pelaksanaan pemilu AS, ada risiko potensi konflik yang berpotensi menaikan ketidak pastian terutama bila proses transisi tidak berjalan secara mulus. Presiden AS Donald Trump mengatakan jika Electoral College memilih Biden, dia akan meninggalkan Gedung Putih. Tetapi Trump masih bertahan pada pendiriannya mengenai penipuan dalam pemilu, yang sejauh ini belum disertai bukti-bukti yang memadai.

Namun pemerintahan Presiden Donald Trump menyediakan sumber daya federal bagi tim Presiden terpilih Joe Biden untuk transisinya ke Gedung Putih. Kepala General Services Administration, Emily Murphy mengatakan pemerintahan Trump menyediakan sumber daya federal untuk transisi Presiden terpilih Joe Biden menuju Gedung Putih. Hal ini membuka jalan transisi ke Biden berlangsung dengan mulus. Seiring turunnya risiko politik AS akibat konflik pemilu, berhasil menjadi katalis positif yang mendorong pasar saham naik.

 Baca juga: Investor Berharap Stimulus Fiskal Era Biden Kembali Meningkat

2. Vaksin Covid-19 Tersedia Tahun Depan

Saat ini pasar keuangan sangat optimis dengan skenario vaksin tersedia secara bertahap tahun depan dan ekonomi kembali normal. Di awali Pfizer dan BioNTech mengatakan uji vaksin efektif 95% lawan virus corona. Sesudah itu ada perusahaan Moderna yang mengklaim vaksin yang dikembangkan punya kemanjuran 94,5% vaksin lawan Covid-19.

Sesudah itu ada Vaksin AstraZaneca dan Oxford asal Inggris yang merilis keberhasilan membuat vaksin dengan tingkat efektivitas 70% melawan Covid-19 sesudah uji fase ke-3. Kehadiran vaksin membuat pasar saham sangat optimis akan pemulihan ekonomi akan segera terjadi.

 Baca juga: Tingginya Kasus Covid-19 Buat Pasar Saham Dunia Negatif

3. Vaksin Covid-19 Global yang Berbiaya Murah

Vaksin AstraZeneca dan Oxford untuk virus covid-19 disebut sebagai vaksin virus Covid 19global karena diperkirakan berbiaya murah. Tetapi vaksin AstraZeneca ini menghadapi tantangan setelah perusahaan merevisi efektivitas vaksinnya dari 90 % menjadi 70% mencegah kasus Covid-19.

Ini dari hasil uji coba tahap akhir di Inggris dan Brasil. Ada kelompok kecil relawan secara tidak sengaja memperoleh dosis lebih rendah dan menghasilkan tingkat keberhasilan mencapai 90%. Pada kelompok yang lebih besar dengan dosis normal, tingkat efektivitas lebih rendah hanya 62%.

Banyak ilmuwan mengatakan pengujian di hasil kelompok kecil dapat diartikan 'menghasilkan pembacaan palsu'. Hal ini menjadi sentimen negative pengembangan vaksin global.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement