Produksi Minyak di Dunia Bakal Berkurang Gegara Covid-19

Taufik Fajar, Jurnalis · Selasa 01 Desember 2020 13:34 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 01 320 2319458 produksi-minyak-di-dunia-bakal-berkurang-gegara-covid-19-2qR4lgzsju.jpg OPEC Berencana Pangkas Produksi Minyak 2021. (Foto: Okezone.com/Reuters)

JAKARTA - OPEC memperkirakan tantangan akibat pandemi Covid-19 kemungkinan berlanjut hingga 2021. Karena itu, produsen minyak dunia pun melanjutkan negosiasi atas perpanjangan pengurangan produksi untuk tahun depan.

"Guncangan terhadap industri minyak sangat besar dan dampaknya yang parah kemungkinan akan bergema di tahun-tahun mendatang," kata Presiden OPEC dan Menteri Energi Aljazair, Abdelmadjid Attar, dilansir dari CNBC, Senin (1/12/2020).

Baca Juga: Jelang Pertemuan Para Juragan Minyak, Begini Pergerakan WTI dan Brent

Menurutnya, pandemi terus merajalela dengan kasus melonjak di banyak wilayah di seluruh dunia. Ini terus mempengaruhi ekonomi global dan, akibatnya, pasar energi dunia, dengan cara yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Kantor berita Aljazair APS melaporkan bahwa anggota OPEC telah mencapai konsensus untuk memperpanjang pembatasan produksi selama tiga bulan, tetapi pembicaraan lebih lanjut diperlukan untuk meyakinkan anggota aliansi OPEC + pada pertemuan mereka pada hari Selasa untuk mendukung kebijakan tersebut.

Baca Juga: Pertemuan OPEC Tak Pasti, Harga Minyak Dunia Turun

Harga minyak, yang telah berada di jalur kenaikan lebih dari 20% bulan ini, turun pada hari Senin. Patokan internasional, perdagangan minyak mentah Brent sekitar USD47,56, turun sekitar 1,3%, sementara US West Texas Intermediate (WTI) berdiri di USD45,02, sekitar 1,1% lebih rendah.

OPEC memangkas 9,8 juta barel per hari karena dampak ekonomi dari pandemi virus corona. Direncanakan pada tahun depan, OPEC mengurangi produksi hingga 7,7 juta barel per hari.

Permintaan minyak terus melambat

OPEC memperkirakan permintaan minyak global turun sekitar 9,8 juta barel per hari tahun ini, karena gelombang kedua pandemi dan penguncian terkait meredam selera dunia akan minyak mentah. Dia memperkirakan pertumbuhan ekonomi global merosot 4,3%.

Jalan menuju pemulihan panjang dan bergelombang, kata Attar, tetapi menambahkan, ada tanda-tanda cahaya di ujung terowongan. Tahun depan, grup tersebut mengharapkan ekonomi global untuk kembali tumbuh, berkembang dengan perkiraan 4,4%. Pertumbuhan permintaan minyak diperkirakan sekitar 6,1 juta barel per hari.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini