Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Naik Lagi, Harga Emas Kian Mahal

Naik Lagi, Harga Emas Kian Mahal
Emas (Foto: Shutterstock)
A
A
A

JAKARTA - Harga emas naik lagi pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), memperpanjang keuntungan untuk hari kedua berturut-turut, saat prospek paket bantuan virus korona AS memperkuat daya tariknya sebagai lindung nilai terhadap kemungkinan inflasi dan mengirim dolar AS ke terendah beberapa tahun.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Februari di divisi COMEX New York Exchange, terangkat USD11,3 atau 0,62% menjadi ditutup pada USD1.830,20 per ounce.

Sehari sebelumnya, Selasa (1/12/2020), emas berjangka melonjak USD38 atau 2,13%menjadi USD1.818,90 per ounce.

Emas berjangka turun USD7,2 atau 0,4% menjadi USD1.780,90 pada Senin (30/11/2020), tingkat terendah sejak 2 Juli, setelah anjlok USD23,10 atau 1,28% menjadi USD1.788,10 pada Jumat lalu (27/11/2020).

Baca Juga: Harga Emas Antam Naik Rp14.000, Berikut Daftar Lengkapnya 

Pejabat tinggi ekonomi AS pada Selasa (1/12/2020) mendesak Kongres untuk memberikan lebih banyak bantuan bagi usaha kecil guna mengatasi dampak pandemi, sementara dukungan meningkat untuk rancangan undang-undang pengeluaran USD1,4 triliun.

"Kami selangkah lebih dekat ke paket stimulus berikutnya; yang telah melemahkan dolar, mengikis mata uang dan mendukung harga-harga komoditas secara keseluruhan, termasuk emas dan perak," kata David Meger, direktur perdagangan logam di High Ridge Futures.

Pertumbuhan ekonomi AS melambat karena penyebaran virus corona dan bantuan fiskal memudar, Presiden Bank Federal Reserve Philadelphia Patrick Harker mengatakan pada Rabu (2/12/2020).

Daya tarik emas juga meningkat bagi pemegang mata uang lainnya, saat dolar bertahan di dekat level terendah 2,5 tahun.

 Pekan Pertama, Emas Dunia Naik 0,19%

Emas yang tidak memberikan imbal hasil, telah meningkat lebih dari 20% sepanjang tahun ini, cenderung mendapat manfaat dari langkah-langkah stimulus karena secara luas dipandang sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan penurunan nilai mata uang.

Stimulus akan mendorong "beberapa permintaan fisik, mendorong gagasan tentang inflasi harga yang bermasalah dalam beberapa bulan mendatang," kata analis senior Kitco Metals, Jim Wyckoff.

Namun, emas mencatat kinerja bulanan terburuk dalam empat tahun pada November, terbebani oleh optimisme atas rebound ekonomi yang didorong oleh vaksin. Emas berjangka telah kehilangan sekitar 5,6% selama November. Demikian seperti dilansir Antara, Jakarta, Kamis (3/12/2020).

Inggris pada Rabu (2/12/2020) menjadi negara pertama yang menyetujui vaksin COVID-19 yang diproduksi Pfizer-BioNTech.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Maret turun satu sen atau 0,04%, menjadi ditutup pada USD24,08 per ounce. Platinum untuk pengiriman Januari naik USD8,2 atau 0,82% menjadi menetap di USD1.012,1 per ounce.

(Dani Jumadil Akhir)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement