Target Ambisius Bos Garuda di 2021, Bisa Cuan Pasca-Corona

Aditya Pratama, Jurnalis · Selasa 15 Desember 2020 12:48 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 15 278 2327946 target-ambisius-bos-garuda-di-2021-bisa-cuan-pasca-corona-z8ABogXiOE.jpg Garuda Indonesia (Dok Garuda)

JAKARTA - Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA), Irfan Setiaputra menyampaikan harapannya mengenai Outlook perseroan di tahun 2021. Pihaknya berharap kinerja perusahaan bisa mencapai 50 persen daripada kinerja tahun 2019.

Irfan menjelaskan, untuk mencapai hal tersebut pihaknya akan menyiapkan banyak hal untuk tahun 2021, seperti membuka rute baru, mengecilkan rute rute tertentu dan menambah frekuensi di rute-rute yang memiliki banyak kebutuhan

 Baca juga: Garuda Jadi Maskapai dengan Protokol Kesehatan Terbaik di Dunia

"Soal outlook 2021 kita harapkan fundamentalnya begini, kita melakukan outlook itu 2021 bisa mencapai 50 persen dari kondisi 2019 sebelum Covid-19," ujar Irfan dalam Public Expose Garuda Indonesia secara virtual, Selasa (15/12/2020).

Irfan menambahkan, untuk mencapai hal tersebut tentunya akan banyak tantangan di dalamnya, terlebih jika dikaitkan dengan penerbangan umroh dan haji setelah pandemi Covid-19.

 Baca juga: Garuda Indonesia Dapat Izin Penerbitan Obligasi Wajib Rp8,5 Triliun

"Tentu saja banyak tantangan khususnya di Garuda ini lebih dikaitkan dengan apakah umroh dan haji akan secepat apa recover sebelum covid dan ini semuanya akan sangat tergantung dari pemerintah Saudi dan juga perkembangan soal vaksin," kata dia.

"Tapi kalau melihat perkembangan soal vaksin kami sangat optimis dari sisi pencapaian yang kita lakukan," sambungnya.

Terkait holding pariwisata BUMN, dia menyampaikan bahwa pembahasan masih terus berlangsung sampai saat ini. Namun, menurutnya PP mengenai holding tersebut sepertinya belum bisa selesai tahun ini karena masih terus dapat beberapa hal yang harus difinalisasi dan juga untuk memastikan bahwa tidak ada isu persaingan usaha dengan terbentuknya holding ini.

"Jadi, akan ada penundaan tapi diskusi antar BUMN terus kita berlangsungkan, diskusi dengan stakeholder lain terus kita lakukan untuk kita matangkan untuk hal-hal terkait pembentukan holding ini," ucapnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini