Curhatan Pengusaha Restoran saat PPKM: Tak Dapat Uang Sama Sekali

Avirista Midaada, Jurnalis · Rabu 13 Januari 2021 17:32 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 13 320 2343880 curhatan-pengusaha-restoran-saat-ppkm-tak-dapat-uang-sama-sekali-ldqV5O241p.jpg Mal (Foto: Okezone)

KOTA MALANG – Pelaku usaha restoran dan kafe di Malang Raya mengeluhkan penerapan jam malam pada pemberlakuan penerapan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di Malang Raya.

Di Malang Raya sendiri pemberlakuan aturan jam malam memiliki perbedaan di tiga daerah, di Kabupaten Malang dan Kota Malang jam operasional usaha maksimal pukul 20.00 WIB, sedangkan di Kota Batu jam operasional usaha maksimal pukul 19.00 WIB.

Ketua Asosiasi Pengusaha Kafe dan Restoran Indonesia (Apkrindo) Malang Raya Indra Setiyadi mengaku, memasuki hari ketiga pemberlakuan PPKM di Malang Raya restoran dan kafe anggota Apkrindo mengeluhkan penurunan konsumen.

“Sangat drastis sekali terutama di tempat saya. Info teman-teman lainnya juga sama, terjun bebas,” ungkap Indra saat dikonfirmasi MNC Portal Indonesia pada Rabu sore (13/1/2021).

Baca Juga: Rugi Miliaran Rupiah tanpa PHK Karyawan, Pengusaha Mal Tercekik 

Bahkan Indra menyebut di hari pertama pemberlakuan PPKM, dia tak mendapatkan pelanggan sama sekali. Penurunan juga dirasakan di hari kedua pemberlakuan PPKM.

“Hari pertama saya tidak dapat uang sama sekali. Malam sudah enggak ada, siang enggak ada. Kemarin masih belum dapat, masyarakat masih bingung belum punya keberanian keluar,” tuturnya.

 

Dirinya mengeluhkan jam batas operasional pelaku usaha kuliner yang dianggap terlalu sore. Sedangkan masyarakat biasanya baru memulai agenda makan malamnya pada pukul 18.30 WIB.

“Ya biasanya ramai jam 18.30 – 19.00 WIB, mulai ramai, itu kan jam orang makan malam. Karena jam malam, jam makan malam hampir hilang, sama dengan kita buka setengah hari siang harinya sepi,” keluhnya.

Indra menambahkan, adanya PPKM juga membuat sejumlah kegiatan seperti rapat dan pesta pernikahan di restoran dan kafe terpaksa dibatalkan, bahkan beberapa ada yang terpaksa melakukan pengunduran jadwal menunggu berakhirnya PPKM.

“Ada yang cancel, di tempat saya ada 3 - 4 cancel alasannya tadi mereka banyak pertimbangan, yang diundang tidak mau hadir, atau takut kalau ditutup jamnya, lebih takut digerobyok (dijaring operasi),” tukasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini