Fakta RUPST Bank Mandiri, dari Dividen hingga Polemik Rangkap Jabatan Komisaris Yusuf Ateh

Fariza Rizky Ananda, Jurnalis · Sabtu 20 Maret 2021 06:17 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 19 278 2380746 fakta-rupst-bank-mandiri-dari-dividen-hingga-polemik-rangkap-jabatan-komisaris-yusuf-ateh-EOQOEv8yxa.jpeg Bank Mandiri Gelar RUPS. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) telah menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST). RUPST Bank Mandiri dilakukan pada 15 Maret 2021 lalu.

Okezone merangkum fakta-fakta menarik usai RUPST Bank Mandiri tersebut, Sabtu (20/3/2021).

1. Pergantian Direktur

Bank Mandiri mengangkat Timothy Utama sebagai Direktur Informasi dan Teknologi menggantikan Rico Usthavia Frans yang telah habis masa jabatannya.

Sebelumnya, Timothy Utama merupakan Managing Director, Head of Operations and Technology Citibank.

Jajaran komisaris juga diganti pada RUPST Bank Mandiri 2021

Pada jajaran komisaris, RUPST juga menyepakati penunjukkan Muhammad Yusuf Ateh sebagai Komisaris menggantikan Ardan Adiperdana.

“Kami meyakini keputusan pemegang saham ini akan menjadikan pengurus perseroan semakin solid dan mampu membawa Bank Mandiri semakin berperan dalam pemulihan ekonomi nasional untuk Indonesia yang lebih baik,” ujar Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi.

2. Pembagian dividen

RUPST hari ini juga menyetujui besaran 60% dari laba bersih 2020 atau sekitar Rp10,27 triliun (sekitar Rp220 per lembar saham) sebagai dividen yang akan dibagikan kepada pemegang saham. Dengan memperhitungkan komposisi saham merah putih yang sebesar 60%, maka Bank Mandiri akan menyetorkan dividen sekitar Rp6,16 triliun ke kas Negara. Sedangkan, sebanyak 40% dari laba bersih tahun lalu akan menjadi laba ditahan.

3. Komisaris Bank Mandiri

Kementerian BUMN menunjuk Yusuf Ateh sebagai komisaris Bank Mandiri berdasarkan kapabilitas yang dia miliki. Setidaknya, pemegang saham meyakini posisi tersebut mampu dijalankan untuk mengawasi kinerja Bank Mandiri.

"Ini yang kami harapkan dari Bapak Yusuf Ateh, sehingga nantinya Bank Mandiri ini akan semakin mematuhi good corporate governance," kata Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga.

4. Polemik Rangkap Jabatan Yusuf Ateh

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tidak membenarkan adanya dugaan rangkap jabatan yang dilakukan Muhammad Yusuf  Ateh. Dugaan tersebut menyusul pengangkatan Ateh sebagai Komisaris PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

Anggapan rangkap jabatan sendiri didasarkan pada posisi Ateh sebagai Komisaris PT PLN (Persero). Meski begitu, Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga membantah hal tersebut. Dia menyebut, pengangkatan Ateh sebagai komisaris Bank Mandiri dibarengi oleh pemberhentian dirinya sebagai komisaris PLN.

"Perlu saya jelaskan mengenai jabatan komisaris Bapak Muhammad Yusuf Ateh. Beliau ini sekarang menjadi Komisaris di Bank Mandiri, sementara jabatan beliau di PLN dengan sendirinya sudah berhenti," ujar Arya

5. Susunan Direksi dan Komisaris Bank Mandiri setelah RUPST 2021

Direksi:

Direktur Utama: Darmawan Junaidi

Wakil Direktur Utama: Alexandra Askandar

Direktur Manajemen Risiko: Ahmad Siddik Badruddin

Direktur Kepatuhan & SDM: Agus Dwi Handaya

Direktur Treasury & International Banking: Panji Irawan

Direktur Commercial Banking: Riduan

Direktur Jaringan & Retail Banking: Aquarius Rudianto,

Direktur Operation: Toni Eko Boy Subari

Direktur Corporate Banking: Susana Indah Kris Indriati

Direktur Hubungan Kelembagaan: Rohan Hafas

Direktur Keuangan & Strategi: Sigit Prastowo

Direktur Information Technology: Timothy Utama.

Komisaris:

Komisaris Utama: M Chatib Basri

Wakil Komisaris Utama" Andrinof Chaniago

Komisaris Independen: Mohamad Nasir

Komisaris Independen: Boedi Armanto

Komisaris Independen: Loeke Larasati Agoestina

Komisaris Nawal Nely: Komisaris Faried Utomo

Komisaris: Arif Budimanta

Komisaris: Rionald Silaban,

Komisaris: Muhammad Yusuf Ateh.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini