Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Bank Mandiri Siapkan Strategi Berlapis Hadapi 2026

Tim iNews Media Group , Jurnalis-Kamis, 15 Januari 2026 |10:46 WIB
Bank Mandiri Siapkan Strategi Berlapis Hadapi 2026
Bank Mandiri (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Memasuki tahun 2026, optimisme pelaku industri perbankan mulai tumbuh seiring membaiknya kondisi likuiditas dan stabilitas pemerintahan baru. Meski demikian, kewaspadaan terhadap risiko global tetap menjadi prioritas utama.

Head of Investor Relations Bank Mandiri, Laurencius Teiseran memprediksi 2026 akan lebih baik dibandingkan tahun 2025 yang penuh penyesuaian. Berdirinya institusi baru seperti Danantara diharapkan mampu menopang perekonomian nasional.

Namun, ia menekankan bahwa risiko geopolitik global masih menjadi ancaman yang tidak bisa dikendalikan. Gejolak harga komoditas seperti minyak dan batu bara, serta fluktuasi nilai tukar, dapat berdampak langsung pada kinerja ekspor Indonesia.

“Risiko terbesar justru dari luar. Kita tidak bisa serta merta melihat 2026 tanpa risiko. Karena itu, Bank Mandiri tidak hanya punya Plan A, tapi juga Plan B, C, hingga D,” ujar Laurencius di Jakarta, Kamis (15/1/2026).

Pentingnya "Dana Darurat" Korporasi

Untuk mengantisipasi ketidakpastian tersebut, Bank Mandiri menerapkan strategi konservatif dengan menyiapkan buffer atau bantalan yang kuat, baik dari sisi permodalan maupun pencadangan (CKPN).

 

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement