Revolusi Industri 4.0: Robot Gantikan Manusia atau Banyak Serap Tenaga Kerja?

Ferdi Rantung, Jurnalis · Senin 05 April 2021 16:14 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 05 320 2389660 revolusi-industri-4-0-robot-gantikan-manusia-atau-banyak-serap-tenaga-kerja-QIfqIzz1P5.jpg Industri 4.0 (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyatakan implementasi revolusi industri 4.0 tidak akan menghilangkan tenaga manusia dengan mesin atau robot. Justru, industri 4.0 akan membuka lapangan pekerjaan.

Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan dan Akses Industri Internasional ( KPAII) Kementerian Perindustrian Eko SA Cahyanto mengatakan bahwa pemahaman terkait industri 4.0 banyak yang keliru.

"Banyak orang yang mengira bahwa dengan industri 4.0 akan mengurangi banyak tenaga manusia atau menggantikan dengan mesin. Padahal menambah jumlah tenaga kerja," katanya dalam diskusi FMB9 secara virtual, Senin (5/4/2021).

Baca Juga: Mantan Menteri Jokowi Buka-bukaan Ancaman Robot bagi Tenaga Kerja RI 

Dia memaparkan, bahwa implementasi industri menambah tenaga kerja dari 20 juta menjadi 30 juta pada 2030. Dengan begitu akan ada 10 juta lapangan kerja baru ke depannya.

"Jika kita betul-betul memanfaatkan teknologi, kita justru akan membutuhkan lebih banyak lagi tenaga kerja," terangnya.

Untuk mewujudkan hal tersebut, sumber daya manusia tentu juga harus bertransformasi. Sehingga kompetensi yang ada bisa menyesuaikan dengan teknologinya.

"Kita harus aware dulu apa itu industri 4.0. Kemudian bagaimana kita memberi kompetensi yang baru kepada mereka," jelasnya.

Dia menambahkan bahwa saat ini industri di Tanah Air sudah siap mengimplementasikan industri 4.0, meskipun belum semuanya menerapkan hal itu.

"Beberapa industri sudah betul-betul menerapkan sepenuhnya 4.0 itu. Namun belum sampai pada sepenuhnya mengimplementasikan tapi sudah siap kalau dirata-ratakan," tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini