Potensi Ekspor, Wapres Sebut Orang Australia Lebih Suka Konsumsi Daging Halal

Giri Hartomo, Jurnalis · Kamis 20 Mei 2021 21:05 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 20 320 2413128 potensi-ekspor-wapres-sebut-orang-australia-lebih-suka-konsumsi-daging-halal-btHc3eCtNz.jpg Wapres (Foto: Setwapres)

JAKARTA - Pemerintah terus mendorong produk halal Indonesia agar menjadi pemain global. Mengingat potensi dari produk halal sangat besar.

Wakil Presiden Ma’ruf Amin mengatakan,untuk mewujudkan cita-cita tersebut, diperlukan literasi yang baik kepada masyarakat. Bahwa pengembangan produk halal ini bukan saja merupakan perintah agama, namun juga sebagai upaya yang membawa kebaikan di berbagai sektor.

“Mengembangkan literasi tentang pentingnya pendekatan untuk mengkonsumsi yang halal itu dan pendekatan kita di dalam membangun ekonomi dan keuangan syariah itu tidak hanya halal sebagai perintah agama, sebagai doktrin, tapi juga kita ingin lebih rasional pendekatannya. Karena itu kita katakan bahwa ekonomi syariah itu sesuatu yang baik, yang berkeadilan, yang membawa kebaikan dari berbagai sektor,” ujarnya dalam keterangannya, Jakarta, Kamis (20/5/2021).

Baca Juga: Wapres Harap Produk Halal RI Bisa Diekspor ke Luar Negeri 

Bahkan menurut Wapres, dirinya pernah mendapatkan laporan tentang produk halal yang banyak disukai oleh seorang non muslim. Sebagai salah satu contohnya, banyak warga negara Australia yang lebih menyukai daging halal.

“Makanan halal itu good food (makanan baik), dan itu ternyata orang-orang nonmuslim saja mereka itu lebih suka makanan halal. Seperti di Australia itu mereka lebih (suka mengonsumsi) daging (halal). Karena dia lebih bersih,” jelas Wapres.

Oleh karena itu lanjut Wapres, pemerintah akan mendorong seluruh subsektor produk halal, baik dari industri makanan, minuman, farmasi, dan fashion. Sebab, seluruh subsektor industri tersebut memiliki keunggulan dan peluangnya masing-masing yang harus di dorong bersama.

“Kita akan dorong semua secara (bersama) Sebab nanti kita kan lihat, tentu dia akan sesuai dengan pasar ya,” ucapnya.

Saat ini, subsektor industri makanan dan minuman masih menjadi yang terbesar. Namun, ternyata fashion muslim Indonesia juga banyak diminati di beberapa negara seperti Malaysia hingga Timr Tengah.

“Sekarang misalnya makanan itu paling besar, ya, makanan minuman. Tetapi juga kemudian farmasi juga sekarang sudah mulai (tumbuh). Begitu juga fashion, ternyata fashion kita Indonesia itu di Malaysia, di Timur Tengah, di berbagai daerah itu diminati. Jadi fashion kita juga memiliki daya tarik. Begitu juga produk-produk lainnya, itu akan kita dorong,” kata Wapres.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini