Perjalanan dan Tantangan Vaksinasi Gotong Royong hingga ke Papua Barat

Oktiani Endarwati, Jurnalis · Senin 21 Juni 2021 20:06 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 21 320 2428664 perjalanan-dan-tantangan-vaksinasi-gotong-royong-hingga-ke-papua-barat-HnCXpT24fb.jpg Vaksin Covid-19 (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - PT Kimia Farma Diagnostika, cucu perusahaan PT Kimia Farma Tbk melakukan pendistribusian dan penyuntikan vaksin ke wilayah timur Indonesia, yaitu ke lokasi Kilang Tangguh LNG yang dioperasikan BP Indonesia di Teluk Bintuni, Papua Barat.

Vaksinasi di Kilang Tangguh LNG sendiri berlangsung sejak Minggu, 13 Juni 2021 dan terus berlangsung hingga saat ini. Tim KFD akan melayani sekitar 14.000 karyawan BP Indonesia sebagai Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) pertama di wilayah timur Indonesia yang mendapatkan alokasi Vaksin Gotong Royong.

"Kami melakukan vaksinasi terhadap 14.800 karyawan BP Indonesia secara bertahap. Untuk jenis vaksinnya adalah Sinopharm yang mana ini adalah vaksin gotong royong yang telah ditetapkan pemerintah," ujar Direktur Utama Kimia Farma Apotek Nurtjahjo Walujo Wibowo dalam konferensi pers, Senin (21/6/2021).

Baca Juga: Ngebut, Pemkot Tangerang Gelar Vaksinasi Covid-19 Setiap Hari

Dia berharap dengan sistem bertahap ini, vaksinasi terhadap seluruh karyawan BP Indonesia bisa terlaksana. "Vaksin Sinopharm memiliki jeda waktu penyuntikan 21 hari dari dosis pertama sampai dosis kedua. Mudah-mudahan dari BP Indonesia bisa terlaksana dengan baik," ungkapnya.

Sementara Plt Direktur Utama Kimia Farma Diagnostika Agus Candra mengatakan, vaksinasi untuk karyawan BP Indonesia untuk tahap pertama dari 2.000 karyawan yang bekerja di Kilang Tangguh LNG. Menurut dia, tantangan terbesar dalam distribusi vaksin di kilang tersebut adalah mengatur jadwal penyuntikan atau vaksinasi tanpa mengganggu produktivitas maupun proses produksi.

"Ini merupakan proyek strategis nasional yang tidak boleh berhenti produksinya, yang memasok gas untuk PLTGU ke seluruh Indonesia maupun untuk keperluan ekspor ke beberapa negara. Jadi kami melakukan secara bertahap supaya produktivitas dari Kilang Tangguh tidak terganggu," jelasnya.

VP Indonesia BP Asia Pacific Hardi Hanafiah mengapresiasi penyelenggaraan vaksin gotong royong di mana BP Indonesia menjadi perusahaan pertama yang dilakukan vaksin di Papua Barat.

"Kegiatan vaksinasi yang kami laksanakan menyasar kurang lebih hampir 15.000 pekerja atau persisnya 14.800 pekerja. Kami berharap pelaksanaan vaksinasi bisa tercapai secepat mungkin untuk mencapai ketenangan dan kenyamanan bekerja," tuturnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini