JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus melemah hingga jeda sesi I perdagangan hari ini. IHSG melemah 48,09 poin atau 0,8% ke 5.963.
Pada sesi I perdagangan, Rabu (14/7/2021), Indeks LQ45 turun 1,06% ke 826,89, indeks JII turun 0,81% ke 542,28, indeks IDX30 turun 1,07% ke 440,35, dan indeks MNC36 turun 1,1% ke 279,39.
Menurut Analis Reliance Sekuritas Lanjar Nafi, secara teknikal IHSG gagal break out upper bollinger bands dan membawa pergerakan harga saham kembali uji level psikologis, MA50 dan bullish trend line dikisaran 5.980-6.000.
Baca Juga: IHSG Turun 41 Poin Tinggalkan Level 6.000
"Indikator stochastic dan RSI memberikan pergerakan momentum bearish dengan pergerakan terkonsolidasi pada area middle oscillator. Sehingga secara teknikal IHSG berpotensi kembali tertekan menguji MA50 dan bullish trendline dengan support resistance 5.980-6.052," ujar Lanjar dalam risetnya
Saham-saham yang dapat dicermati secara teknikal diantaranya; AKRA, BBRI, JPFA, JSMR, KLBF, LSIP, MEDC, SMRA, UNVR.
Baca Juga: IHSG Lanjutkan Pelemahan, Cek Rekomendasi Saham Hari Ini
Sebelumnya, IHSG ditutup turun 66,54 poin atau 1,09 persen ke level 6.012 dengan saham-saham disektor teknologi (-2.59%), Infrastruktur (-2.43%) dan Kesehatan (-1.87%) terkoreksi. Saham-saham berkapitalisasi besar alami aksi jual investor asing seperti BBRI, BBCA, ARTO dan TLKM.
Adanya PPKM darurat guna menahan laju pertumbuhan kasus covid-19 membuat tingkat kepercayaan investasi investor menurun ditambah kondisi pemulihan ekonomi yang ditandai pertumbuhan inflasi di AS yang kembali menarik investor terlihat bursa saham di Wallstreet lagi-lagi capai rekor tertinggi.
Sementara itu, Bursa Asia ditutup mayoritas menguat dipimpin indeks Nikkei (+0.52%), TOPIX (+0.73%), HangSeng (+1.63%) dan CSI300 (+0.18%) yang naik cukup optimis sejak awal sesi perdagangan. Indeks HangSeng memimpin setelah saham teknologi di Tiongkok naik mengiringi persetujuan pemerintah atas kesepaktan Tencent Holdings Ltd meredakan kekhawatiran tentang peraturan yang lebih ketat dan Data perdagangan yang kuat dari China juga mendukung suasana optimis.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.