Bertahan di Zona Hijau, IHSG Sesi I Menguat ke 6.135

Shelma Rachmahyanti, Jurnalis · Jum'at 30 Juli 2021 11:47 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 30 278 2448369 bertahan-di-zona-hijau-ihsg-sesi-i-menguat-ke-6-135-2As2yfIjbh.jpg IHSG Menguat. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hingga jeda sesi I menguat. Pada perdagangan IHSG naik 14 poin atau 0,2% ke 6.135.

Pada sesi I perdagangan, Jumat (30/7/2021), Indeks LQ45 naik 0,39% ke 836,00, indeks JII naik 0,42% ke 540,63, indeks IDX30 naik 0,47% ke 445,95, dan indeks MNC36 naik 0,16% ke 280,60.

Sementara itu, pelaku pasar tengah memperhatikan pertemuan The Fed di Agustus. Di mana sebelumnya, Bank Sentral Amerikat Serikat (The Fed) memberikan sinyal bergerak lebih dekat untuk melakukan tapering atau keputusan penarikan bertahap pembelian obligasi pemerintah.

Baca Juga: IHSG Diprediksi Menguat, Berikut Analisis dan Rekomendasi Saham

Gubernur The Fed Jerome Powell menyatakan bahwa perjalanan menuju tapering masih jauh. Menurutnya, masih banyak hal-hal yang perlu disiapkan menuju pengetatan kebijakan tersebut.

“Jadi, memang kalau kita lihat sebetulnya apa yang kemarin disampaikan oleh Powell juga sedikit menenangkan. Meskipun bahasanya sama,” ujar Direktur Asosiasi Riset dan Investasi PT Pilarmas Investindo, Maximilianus Nico Demus, dalam acara Market Opening IDX Channel.

Baca Juga: IHSG Akhir Pekan Dibuka Naik ke 6.153

Maxi mengatakan, pelaku pasar justru harus memperhatikan terkait pertemuan The Fed pada bulan Agustus mendatang. Di mana, pada bulan Agustus nanti biasanya The Fed akan menyampaikan arah kebijakan barunya.

“Ini akan menjadi perhatian penting apakah di bulan Agustus nanti The Fed itu mengatakan bahwa bersiap untuk menurunkan beli obligasi. Nah, tentu ini akan menjadi salah satu pengumuman penting juga buat kita. Tetapi, kemarin Powell pun sudah mengingatkan bahwa sebelum The Fed membuat keputusan, akan mengasih peringatan,” katanya.

Sementara itu, dia menuturkan, yang menjadi fokus kedua pelaku pasar yakni terkait pengendalian Covid-19 di Indonesia. Pasalnya, walau indeks mengalami kenaikan, tapi seperti terlihat kopong. Hal tersebut terjadi, karena penguatan indeks tidak diikuti dengan fundamental yang kuat.

“Kalau kita lihat indeksnya mengalami kenaikan, tapi seperti terlihat kopong gitu. Jadi, naiknya indeks karena adanya ekspetasi atau harapan, tapi diikuti ga dengan fundamental yang kuat? karena kalau kita lihat pasar mungkin masih bisa cukup menerima PPKM Level 4 ini 1 – 4 minggu, tapi kalau 4 – 8 minggu mungkin pelaku pasar mulai gelisah,” ujar Maxi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini