Jeda Sesi I, IHSG Bertahan di Zona Hijau pada Level 6.105

Shelma Rachmahyanti, Jurnalis · Kamis 29 Juli 2021 12:13 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 29 278 2447776 jeda-sesi-i-ihsg-bertahan-di-zona-hijau-pada-level-6-105-ki5eBx43dC.jpg IHSG Menguat. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih menguat hingga jeda sesi I perdagangan hari ini. IHSG menguat 17 poin atau 0,3% ke 6.105.

Pada sesi I perdagangan, Kamis (29/7/2021), Indeks LQ45 naik 0,11% ke 831,64, indeks JII naik 0,61% ke 536,98, indeks IDX30 naik 0,04% ke 444,73, dan indeks MNC36 turun 0,03% ke 279,44.

Baca Juga: Berpotensi Menguat, IHSG Hari Ini Bergerak pada Level 6.047-6.107

Sementara itu, Direktur PT Indovesta Utama Mandiri Rivan Kurniawan menilai, keputusan pemerintah merevisi target pertumbuhan ekonomi sepanjang 2021 menjadi di kisaran 3,7% hingga 4,5% adalah target yang lebih realistis.

“Ini memang target yang lebih realistis kalau menurut saya. Mempertimbangkan juga di kuartal III ini kan juga ada PPKM Darurat kemudian PPKM Level 4, jadi ini mungkin yang lebih realistis lah,” ujarnya dalam acara Market Opening IDX Channel.

Baca Juga: IHSG Melesat ke 6.119 pada Pembukaan Perdagangan

Namun, Rivan menjelaskan, jika dilihat dalam jangka yang lebih panjang, target pertumbuhan ekonomi tersebut bisa dijadikan patokan agar lebih tinggi di tahun 2022.

“Tapi kalau kita tarik jangka lebih panjangnya, ini bisa jadi patokan untuk yang lebih tinggi lagi di tahun 2022. Jadi ini target yang lebih realistis,” jelas dia.

Lanjut dia, dengan target pertumbuhan ekonomi yang lebih realistis, IHSG pun berpeluang cukup besar untuk bullish. Pasalnya, banyak sektor yang bertumbuh di tahun 2021 ini. Misalnya, seperti saham-saham teknologi dan bank digital.

“Kita sendiri percaya bahwa sampai dengan sisa tahun 2021 ini indeks berpeluang cukup besar untuk bullish. Karena kalau kita bicara sektor-sektor yang bertumbuh di tahun 2021 ini juga cukup banyak. Misalkan kaya sekarang kan lagi digerakan oleh saham-saham teknologi, kemudian bank digital, tapi ada juga sejumlah sektor lainnya yang juga berpeluang,” ucap Rivan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini